23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Jembatan Bailey Kembang–Arjowinangun Dianggarkan dari BTT Pemprov Rp 4,5 M

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak lama lagi masyarakat Desa Kembang yang ingin ke Arjowinangun bisa melintas. Jembatan yang rusak pada bulan lalu karena banjir itu kini sedang dibangun jembatan bailey.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan Suparlan mengatakan, pembangunan jembatan sementara sepanjang 48 meter dan lebar 3,6 meter itu dimulai akhir Oktober lalu.

Saat ini progres pembangunan jembatan tersebut masih dalam tahap pemasangan instalasi frame bracing. ‘’Kami targetkan pembangunan selesai Desember,’’ katanya, Jumat (25/11).

Adapun jembatan berangka baja itu dibangun dengan menggunakan belanja tidak terduga (BTT) Pemprov Jatim. Nilanya mencapai Rp 4,5 miliar. Meski begitu, pihaknya menyebut konstruksi jembatan darurat tersebut bisa bertahan hingga setengah abad dibandingkan yang permanen.

‘’Pemasangan (rangka) dibangun di luar abutmen jembatan. Sehingga, tidak akan terdampak gerusan aliran Sungai Grindulu ketika meluap,’’ jelas mantan Sekretaris DPUPR itu.

Baca Juga :  Klaster Tarawih Jangkit 12 Jamaah

Selain di Desa Kembang, Suparlan mengungkapkan pemasangan jembatan serupa akan dilakukan di Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo. Sebelumnya, Jembatan Gandu di desa tersebut juga putus karena diterjang banjir.

‘’Untuk jembatan lain seperti Cangkring dan Gandu di Ngadirojo, kami hanya lakukan perbaikan saja. Karena kondisinya masih bagus. Kami targetkan akhir tahun ini semuanya bisa rampung,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pemeliharaan DPU Bina Marga Provinsi Jatim Marijatoel Kittidjah menambahkan jembatan bailey yang dibangun itu didesain tanpa pilar tengah.

Dengan harapan, bisa mencegah risiko sangkutan aneka sampah yang bisa menyebabkan kerusakan lagi pada badan jembatan apabila turun hujan deras dan banjir. ‘’Sebelumnya, kami bersama dengan tim perencanaan sudah melakukan survei ke lokasi,’’ ujarnya. (gen/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak lama lagi masyarakat Desa Kembang yang ingin ke Arjowinangun bisa melintas. Jembatan yang rusak pada bulan lalu karena banjir itu kini sedang dibangun jembatan bailey.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan Suparlan mengatakan, pembangunan jembatan sementara sepanjang 48 meter dan lebar 3,6 meter itu dimulai akhir Oktober lalu.

Saat ini progres pembangunan jembatan tersebut masih dalam tahap pemasangan instalasi frame bracing. ‘’Kami targetkan pembangunan selesai Desember,’’ katanya, Jumat (25/11).

Adapun jembatan berangka baja itu dibangun dengan menggunakan belanja tidak terduga (BTT) Pemprov Jatim. Nilanya mencapai Rp 4,5 miliar. Meski begitu, pihaknya menyebut konstruksi jembatan darurat tersebut bisa bertahan hingga setengah abad dibandingkan yang permanen.

‘’Pemasangan (rangka) dibangun di luar abutmen jembatan. Sehingga, tidak akan terdampak gerusan aliran Sungai Grindulu ketika meluap,’’ jelas mantan Sekretaris DPUPR itu.

Baca Juga :  Perbaikan Jembatan Ngantru Penghubung Ngawi-Bojonegoro Rampung

Selain di Desa Kembang, Suparlan mengungkapkan pemasangan jembatan serupa akan dilakukan di Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo. Sebelumnya, Jembatan Gandu di desa tersebut juga putus karena diterjang banjir.

‘’Untuk jembatan lain seperti Cangkring dan Gandu di Ngadirojo, kami hanya lakukan perbaikan saja. Karena kondisinya masih bagus. Kami targetkan akhir tahun ini semuanya bisa rampung,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pemeliharaan DPU Bina Marga Provinsi Jatim Marijatoel Kittidjah menambahkan jembatan bailey yang dibangun itu didesain tanpa pilar tengah.

Dengan harapan, bisa mencegah risiko sangkutan aneka sampah yang bisa menyebabkan kerusakan lagi pada badan jembatan apabila turun hujan deras dan banjir. ‘’Sebelumnya, kami bersama dengan tim perencanaan sudah melakukan survei ke lokasi,’’ ujarnya. (gen/her)

Most Read

Artikel Terbaru