23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Jumlah Guru di Pacitan Kian Tak Ideal, 600 Tenaga Pendidk Pensiun Tahun Depan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebutuhan tenaga kependidikan di Pacitan sulit terpenuhi. Pasalnya, hampir setiap tahun ada ratusan guru yang pensiun.

Sementara rekrutmen guru baru jumlahnya terbatas. Termasuk pengangkatan guru tidak tetap (GTT) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam dua tahun terakhir dianggap belum ideal.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Budiyanto mengatakan, saat ini terdapat sekitar 7 ribu guru baik itu berstatus PNS, PPPK, maupun GTT yang masih aktif mengajar.

Jumlah tersebut dinilai belum ideal jika dibandingkan dengan keberadaan siswa. Karena itu kekurangan guru selalu menjadi masalah klasik tiap tahun bagi pihaknya.

Bahkan, kata dia, pada 2023 mendatang ada sekitar 600 tenaga kependidikan yang masuk masa purna tugas. ‘’Kebutuhan guru itu tidak akan pernah ideal. Tapi, kami berusaha menutupi ketimpangan tersebut,’’ ujar mantan kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) itu.

Budi mengungkapkan ada 1.041 formasi telah dibuka dalam rekrutmen PPPK selama dua tahun terakhir. Hanya, sifatnya itu berupa pengalihan status bukan penambahan pegawai. Tapi, menurutnya, pengangkatan menjadi PPPK tersebut setidaknya mampu meningkatkan kesejahteraan para guru yang telah lama mengabdi di Pacitan.

Baca Juga :  Sering Dikeluhkan, Lahan Parkir Pantai Klayar Diperluas

‘’Namun, fakta di lapangan justru setiap tahun ada penurunan jumlah peserta didik. Kondisi ini tentu bakal menjadi salah satu jalan bagi kami untuk menata kembali kebutuhan guru. Seperti satu guru kelas bisa merangkap mengajar di kelas lain,’’ terangnya.

Di samping itu, kata Budi, saat ini guru dituntut mampu menyesuaikan diri pada perkembangan pendidikan. Misalnya pada tahun ini yang menerapkan Kurikulum Merdeka di beberapa sekolah, gurunya diwajibkan mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran baru tersebut.

‘’Tapi, kembali lagi, semua harus bisa beradaptasi. Bekerja sama menyukseskan pendidikan. Karena ini berhubungan langsung dengan kualitas generasi muda Pacitan,’’ tandasnya. (gen/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebutuhan tenaga kependidikan di Pacitan sulit terpenuhi. Pasalnya, hampir setiap tahun ada ratusan guru yang pensiun.

Sementara rekrutmen guru baru jumlahnya terbatas. Termasuk pengangkatan guru tidak tetap (GTT) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam dua tahun terakhir dianggap belum ideal.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Budiyanto mengatakan, saat ini terdapat sekitar 7 ribu guru baik itu berstatus PNS, PPPK, maupun GTT yang masih aktif mengajar.

Jumlah tersebut dinilai belum ideal jika dibandingkan dengan keberadaan siswa. Karena itu kekurangan guru selalu menjadi masalah klasik tiap tahun bagi pihaknya.

Bahkan, kata dia, pada 2023 mendatang ada sekitar 600 tenaga kependidikan yang masuk masa purna tugas. ‘’Kebutuhan guru itu tidak akan pernah ideal. Tapi, kami berusaha menutupi ketimpangan tersebut,’’ ujar mantan kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) itu.

Budi mengungkapkan ada 1.041 formasi telah dibuka dalam rekrutmen PPPK selama dua tahun terakhir. Hanya, sifatnya itu berupa pengalihan status bukan penambahan pegawai. Tapi, menurutnya, pengangkatan menjadi PPPK tersebut setidaknya mampu meningkatkan kesejahteraan para guru yang telah lama mengabdi di Pacitan.

Baca Juga :  Rawan Bencana, Dindik Pacitan: PTM Boleh, PJJ Silakan

‘’Namun, fakta di lapangan justru setiap tahun ada penurunan jumlah peserta didik. Kondisi ini tentu bakal menjadi salah satu jalan bagi kami untuk menata kembali kebutuhan guru. Seperti satu guru kelas bisa merangkap mengajar di kelas lain,’’ terangnya.

Di samping itu, kata Budi, saat ini guru dituntut mampu menyesuaikan diri pada perkembangan pendidikan. Misalnya pada tahun ini yang menerapkan Kurikulum Merdeka di beberapa sekolah, gurunya diwajibkan mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran baru tersebut.

‘’Tapi, kembali lagi, semua harus bisa beradaptasi. Bekerja sama menyukseskan pendidikan. Karena ini berhubungan langsung dengan kualitas generasi muda Pacitan,’’ tandasnya. (gen/her)

Most Read

Artikel Terbaru