alexametrics
23.3 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Dewan Tuntut Pemkab Pacitan Berani Berinovasi di Sektor Pariwasata

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Secara matematis, perolehan pendapatan asli daerah (PAD) Pacitan pada tahun ini progresif. Namun, jika menilik rasio pendapatan tahun-tahun sebelum pandemi, pendapatan dari sektor pelancongan ditarget puluhan miliar setiap tahunnya.

Ketua Komisi III DPRD Pacitan Anung Dwi Ristanto meminta disbudparpora bekerja ekstrakeras. Jangan sampai preseden 2021 silam terulang. Target PAD sebesar Rp 21 miliar hanya tercapai Rp 6,5 miliar. ‘’Tentu ini jauh dari harapan meskipun kami memaklumi kondisinya pandemi,’’ ujarnya, Minggu (27/3).

Anung menilai, dari sembilan destinasi, pemkab hanya menganak-emaskan Klayar, Gua Gong, Pantai Watukarung, serta Pemandian Banyu Anget. Destinasi wisata lainnya kondisinya kembang kempis karena kurang diperhatikan. Padahal, jika dimanfaatkan tentu dapat memberikan sumbangsih kontribusi maksimal. ‘’Disbudparpora harus berani berinovasi, jangan seperti ini terus,’’ tegas politisi Demokrat itu.

Baca Juga :  Enceng Gondok Bikin Pancer Door Terkesan Tak Terawat

Pemkab juga diminta memperhatikan objek wisata kelolaan BUMDes maupun swasta. Meski tak memberi kontribusi terhadap PAD, destinasi itu tetap layak di-support APBD. Agar keberadaannya semakin menarik dan layak disandingkan destinasi andalan. ‘’Meski tak menyumbang PAD, destinasi wisata itu merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Secara matematis, perolehan pendapatan asli daerah (PAD) Pacitan pada tahun ini progresif. Namun, jika menilik rasio pendapatan tahun-tahun sebelum pandemi, pendapatan dari sektor pelancongan ditarget puluhan miliar setiap tahunnya.

Ketua Komisi III DPRD Pacitan Anung Dwi Ristanto meminta disbudparpora bekerja ekstrakeras. Jangan sampai preseden 2021 silam terulang. Target PAD sebesar Rp 21 miliar hanya tercapai Rp 6,5 miliar. ‘’Tentu ini jauh dari harapan meskipun kami memaklumi kondisinya pandemi,’’ ujarnya, Minggu (27/3).

Anung menilai, dari sembilan destinasi, pemkab hanya menganak-emaskan Klayar, Gua Gong, Pantai Watukarung, serta Pemandian Banyu Anget. Destinasi wisata lainnya kondisinya kembang kempis karena kurang diperhatikan. Padahal, jika dimanfaatkan tentu dapat memberikan sumbangsih kontribusi maksimal. ‘’Disbudparpora harus berani berinovasi, jangan seperti ini terus,’’ tegas politisi Demokrat itu.

Baca Juga :  Modernisasi Pilkades Pacitan Butuh Kajian Matang

Pemkab juga diminta memperhatikan objek wisata kelolaan BUMDes maupun swasta. Meski tak memberi kontribusi terhadap PAD, destinasi itu tetap layak di-support APBD. Agar keberadaannya semakin menarik dan layak disandingkan destinasi andalan. ‘’Meski tak menyumbang PAD, destinasi wisata itu merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/