alexametrics
29.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

BPOPP Rp 1,7 Miliar Mengalir ke Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Bantuan biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan (BPOPP) cair. Rekening 22 lembaga pendidikan negeri di Pacitan sudah dikucuri dana dari Pemprov Jatim itu. total Rp 1,7 miliar. ‘’Dicairkan pertengahan September ini. Antara tanggal 10 sampai 15 kalau tidak salah,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Jatim wilayah Pacitan Yusuf Kamis (26/9).

Anggaran tersebut dibagikan ke 8 SMA dan 14 SMK negeri. Perinciannya, Rp 345 juta untuk SMA dan Rp 1,4 miliar untuk SMK. Nominal yang didapat setiap sekolah berbeda. Tergantung jumlah siswa. Untuk SMA Rp 60 ribu, SMK jurusan bisnis manajemen (bismen) Rp 90 ribu, dan Rp 120 ribu jurusan teknik per murid. ‘’Disesuaikan kebutuhan sekolah. Jurusan mesin untuk bahan praktik dan lainnya. Sehingga butuh biaya lebih banyak dibanding bismen,’’  paparnya.

Baca Juga :  Gagal Turun Level PPKM, Bupati Pacitan Sedih

Yusuf menerangkan, BPOPP merupakan pengganti sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sekolah yang tidak bertentangan dengan aturan. Baik sarana dan prasarana maupun lainnya. BPOPP merupakan program Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa. Pencairannya setiap triwulan. Mulai triwulan ketiga tahun ini. ‘’Juli, Agustus, hingga September,’’ sebutnya.

Anggaran triwulan keempat, Oktober hingga Desember, diupayakan segera dicairkan. Hanya masih mempertimbangkan penyerapan triwulan sebelumnya. Termasuk laporan pertanggungjawaban penggunaannya. ‘’Kalau pertanggungjawaban cepat, insya Allah triwulan berikutnya lebih cepat juga, ’’ ucapnya.

Anggaran BPOPP langsung masuk rekening sekolah. Yusuf berharap pihak sekolah meningkatkan koordinasi. Mulai persiapan hingga progres pencairan anggaran, juga laporan pertanggungjawaban. Selain itu, dia minta setiap sekolah melaporkan perubahan jumlah muridnya. ‘’Jangan sampai murid berkurang tapi diam saja. Sedangkan anggaran tetap jalan. Bisa jadi temuan itu,’’ tegasnya. (odi/c1/sat)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Bantuan biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan (BPOPP) cair. Rekening 22 lembaga pendidikan negeri di Pacitan sudah dikucuri dana dari Pemprov Jatim itu. total Rp 1,7 miliar. ‘’Dicairkan pertengahan September ini. Antara tanggal 10 sampai 15 kalau tidak salah,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Jatim wilayah Pacitan Yusuf Kamis (26/9).

Anggaran tersebut dibagikan ke 8 SMA dan 14 SMK negeri. Perinciannya, Rp 345 juta untuk SMA dan Rp 1,4 miliar untuk SMK. Nominal yang didapat setiap sekolah berbeda. Tergantung jumlah siswa. Untuk SMA Rp 60 ribu, SMK jurusan bisnis manajemen (bismen) Rp 90 ribu, dan Rp 120 ribu jurusan teknik per murid. ‘’Disesuaikan kebutuhan sekolah. Jurusan mesin untuk bahan praktik dan lainnya. Sehingga butuh biaya lebih banyak dibanding bismen,’’  paparnya.

Baca Juga :  Abdulrahman, Anggota Paling Senior Orari Pacitan

Yusuf menerangkan, BPOPP merupakan pengganti sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sekolah yang tidak bertentangan dengan aturan. Baik sarana dan prasarana maupun lainnya. BPOPP merupakan program Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa. Pencairannya setiap triwulan. Mulai triwulan ketiga tahun ini. ‘’Juli, Agustus, hingga September,’’ sebutnya.

Anggaran triwulan keempat, Oktober hingga Desember, diupayakan segera dicairkan. Hanya masih mempertimbangkan penyerapan triwulan sebelumnya. Termasuk laporan pertanggungjawaban penggunaannya. ‘’Kalau pertanggungjawaban cepat, insya Allah triwulan berikutnya lebih cepat juga, ’’ ucapnya.

Anggaran BPOPP langsung masuk rekening sekolah. Yusuf berharap pihak sekolah meningkatkan koordinasi. Mulai persiapan hingga progres pencairan anggaran, juga laporan pertanggungjawaban. Selain itu, dia minta setiap sekolah melaporkan perubahan jumlah muridnya. ‘’Jangan sampai murid berkurang tapi diam saja. Sedangkan anggaran tetap jalan. Bisa jadi temuan itu,’’ tegasnya. (odi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/