alexametrics
30.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Gelombang Tinggi, Nelayan Nekat Cari Rezeki

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Perairan Pacitan tengah diterpa gelombang tinggi. Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian gelombang mencapai 1,5 hingga 3,25 meter.

‘’Bukan faktor siklon tropis. Melainkan kejadian alamiah. Tergantung posisi bulan dan matahari dengan bumi,’’ kata Kepala UPT Pelabuhan dan Pengolahan Sumber Daya Kelautan Perikanan (P2SKP) Tamperan Ninik Setyorini Kamis (26/9).

Ninik pun belum bisa memprediksi kapan fenomena gelombang tinggi tersebut berakhir. Dia hanya meminta para nelayan berhati-hati saat melaut. Pun, mereka diimbau tidak bekerja sendirian. Melainkan ramai-ramai bersama nelayan lainnya.

Itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi kondisi terburuk. Yakni, kecelakaan laut akibat terjangan gelombang tinggi. ‘’Dengan begitu bisa saling mengawasi dan menolong satu sama lain,’’ ujarnya.

Meski perairan diwarnai gelombang tinggi, sejumlah nelayan nekat melaut. Mereka beralasan ketinggian ombak masih dalam batas aman. Selain itu, mencari ikan di laut bebas menjadi satu-satunya mata pencarian mereka. ‘’Kalau nggak kerja ya nggak makan,’’ ucap Supardi, salah seorang nelayan.

Baca Juga :  Waspada Gempa-Tsunami, BPBD Pacitan Sosialisasikan Skema 20-20-20

Namun, Supardi mengaku tetap meningkatkan kewaspadaan. Jika gelombang di lepas pantai terlalu tinggi, dia memilih menepi. Pedomannya angin dan awan. ‘’Cuma main feeling. Kalau terjadi angin kencang dan muncul awan tebal, minggir,’’ tuturnya.

Pantauan Radar Pacitan kemarin, gelombang di kawasan Pelabuhan Tamperan lebih tinggi dari biasanya. Tidak sedikit nelayan yang memilih menyandarkan perahunya di dermaga. ‘’Selain ombak sedang tinggi, ikan juga sedang sepi. Terakhir melaut cuma dapat kurang dari separo biasanya,’’ imbuh Marwan, nelayan lainnya. (odi/c1/isd)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Perairan Pacitan tengah diterpa gelombang tinggi. Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian gelombang mencapai 1,5 hingga 3,25 meter.

‘’Bukan faktor siklon tropis. Melainkan kejadian alamiah. Tergantung posisi bulan dan matahari dengan bumi,’’ kata Kepala UPT Pelabuhan dan Pengolahan Sumber Daya Kelautan Perikanan (P2SKP) Tamperan Ninik Setyorini Kamis (26/9).

Ninik pun belum bisa memprediksi kapan fenomena gelombang tinggi tersebut berakhir. Dia hanya meminta para nelayan berhati-hati saat melaut. Pun, mereka diimbau tidak bekerja sendirian. Melainkan ramai-ramai bersama nelayan lainnya.

Itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi kondisi terburuk. Yakni, kecelakaan laut akibat terjangan gelombang tinggi. ‘’Dengan begitu bisa saling mengawasi dan menolong satu sama lain,’’ ujarnya.

Meski perairan diwarnai gelombang tinggi, sejumlah nelayan nekat melaut. Mereka beralasan ketinggian ombak masih dalam batas aman. Selain itu, mencari ikan di laut bebas menjadi satu-satunya mata pencarian mereka. ‘’Kalau nggak kerja ya nggak makan,’’ ucap Supardi, salah seorang nelayan.

Baca Juga :  Gempa 5,1 SR Guncang Pacitan

Namun, Supardi mengaku tetap meningkatkan kewaspadaan. Jika gelombang di lepas pantai terlalu tinggi, dia memilih menepi. Pedomannya angin dan awan. ‘’Cuma main feeling. Kalau terjadi angin kencang dan muncul awan tebal, minggir,’’ tuturnya.

Pantauan Radar Pacitan kemarin, gelombang di kawasan Pelabuhan Tamperan lebih tinggi dari biasanya. Tidak sedikit nelayan yang memilih menyandarkan perahunya di dermaga. ‘’Selain ombak sedang tinggi, ikan juga sedang sepi. Terakhir melaut cuma dapat kurang dari separo biasanya,’’ imbuh Marwan, nelayan lainnya. (odi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/