alexametrics
25.8 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Awas! Gelombang Pasang Ancam Perairan Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kemunculan super blood moon bisa merangsang datangnya gelombang pasang. Kecamuk ombak memang sukar ditebak. Setidaknya gelombang pasang diperkirakan bakal terus mengintai di perairan laut selatan Jawa, termasuk Pacitan.

Kasi Pencegahan dan Kedaruratan BPBD Pacitan Dianita Agustinawati mengatakan, selain efek gerhana bulan penuh, siklus peralihan musim turut membuat pergerakan gelombang mengalami peningkatan. Perubahan suhu udara membuat tinggi ombak mencapai kisaran 3 hingga 4 meter. Cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga sepekan ke depan. ‘’Peralihan musim merupakan siklus tahunan. Tapi kali ini bertepatan dengan fenomena super blood moon,’’ ujarnya.

Dianita meminta warga di sekitar pesisir pantai tak memandang remeh perubahan cuaca ini. Wisatawan diimbau menjauhi area bibir pantai. Pula, jangan nekat berenang di laut. Menimbang derasnya arus samudra cukup berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa. ‘’Sudah ada kejadian di Malang, ada pengunjung pantai meninggal terseret ombak,’’ ungkapnya. (gen/fin/her)

Baca Juga :  Pemilu 2019: Pertarungan Memperebutkan Satu Kursi Tambahan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kemunculan super blood moon bisa merangsang datangnya gelombang pasang. Kecamuk ombak memang sukar ditebak. Setidaknya gelombang pasang diperkirakan bakal terus mengintai di perairan laut selatan Jawa, termasuk Pacitan.

Kasi Pencegahan dan Kedaruratan BPBD Pacitan Dianita Agustinawati mengatakan, selain efek gerhana bulan penuh, siklus peralihan musim turut membuat pergerakan gelombang mengalami peningkatan. Perubahan suhu udara membuat tinggi ombak mencapai kisaran 3 hingga 4 meter. Cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga sepekan ke depan. ‘’Peralihan musim merupakan siklus tahunan. Tapi kali ini bertepatan dengan fenomena super blood moon,’’ ujarnya.

Dianita meminta warga di sekitar pesisir pantai tak memandang remeh perubahan cuaca ini. Wisatawan diimbau menjauhi area bibir pantai. Pula, jangan nekat berenang di laut. Menimbang derasnya arus samudra cukup berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa. ‘’Sudah ada kejadian di Malang, ada pengunjung pantai meninggal terseret ombak,’’ ungkapnya. (gen/fin/her)

Baca Juga :  Pemilu 2019: Tujuh Relawan Demokrasi Terganjal Administrasi

Most Read

Artikel Terbaru

/