alexametrics
24.5 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Krisis Air Bersih Meluas ke Delapan Desa di Enam Kecamatan

PACITAN – Memasuki musim kemarau, jumlah desa yang mengajukan permintaan air bersih kian bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat sepekan terakhir sembilan desa di enam kecamatan krisis air bersih. Jumlah tersebut naik pesat dari pekan sebelumnya yang hanya satu desa. ‘’Kami verifikasi dulu sebelum mengirim untuk melihat kondisi dan medan,’’ kata Kasi kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Pujono Kamis (27/6)

Dari 6 kecamatan tersebut, kecamatan kota (pacitan) yang terbanyak yakni tiga desa. Disusul Arjosari dua desa krisis. Sementara lainnya, Donorojo, Sudimoro, Bandar dan Ngadirojo masing-masing satu desa yang mengajukan permintaan. Jumlah tersebut diprediksi bakal terus bertambah seiring panjangnya musim kemarau kelak. ‘’Meningkat. Tapi sejauh ini masih sesuai prediksi peta kekeringan yang kami buat,’’  jelasnya.

Menurut Pujono, BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini bakal lebih panjang dari sebelumnya. Cuaca panas dan kering bakal berlangsung hingga awal November. Pujono waswas jumlah desa yang mengajukan air bersih bakal bertambah. Kemarau 2018 lalu tercatat 45 desa. Meningkat dari 2017 yakni 28 desa. ‘’Musim kemarau tahun ini lebih panjang, kami harap warga waspada, terutama untuk kebutuhan air bersih,’’ pintanya.

Baca Juga :  Bantu Tangani Pandemi Covid-19, Bocah 9 Tahun Rela Donasikan Tabungannya

Dia menambahkan kondisi ini merupakn dampak siklon cempaka 2017 silam. Akibatnya, sumber air hilang usai dilanda banjir bandang dan tanah longsor di beberapa wilayah tersebut. Itu diperparah dengan minimnya tanaman resapan seperti mahoni dan bambu. ‘’Kebanyakan masyarakat memilih tanaman sengon yang lebih memiliki nilai ekonomis. Padahal sengon kurang bagus menyimpan air,’’ bebernya.

Pujono berharap warga mulai mereboisasi wilayahnya. Pasalnya, jika mengandalkan bantuan air bersih BPBD dikhawatirkan dengan kian meningkatnya desa yang kekeringan masa pengiriman air bersih harus antre. Pasalnya, BPBD hanya memiliki lima truk tangki air bersih. Pun dengan medan berbukit tida semua truk dapat menjangkau semua desa. ‘’Untuk medan yang terjal dan curam kami harus menggunakan truk tangki lebih kecil,’’ paparnya. (gen/sat)

PACITAN – Memasuki musim kemarau, jumlah desa yang mengajukan permintaan air bersih kian bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat sepekan terakhir sembilan desa di enam kecamatan krisis air bersih. Jumlah tersebut naik pesat dari pekan sebelumnya yang hanya satu desa. ‘’Kami verifikasi dulu sebelum mengirim untuk melihat kondisi dan medan,’’ kata Kasi kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Pujono Kamis (27/6)

Dari 6 kecamatan tersebut, kecamatan kota (pacitan) yang terbanyak yakni tiga desa. Disusul Arjosari dua desa krisis. Sementara lainnya, Donorojo, Sudimoro, Bandar dan Ngadirojo masing-masing satu desa yang mengajukan permintaan. Jumlah tersebut diprediksi bakal terus bertambah seiring panjangnya musim kemarau kelak. ‘’Meningkat. Tapi sejauh ini masih sesuai prediksi peta kekeringan yang kami buat,’’  jelasnya.

Menurut Pujono, BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini bakal lebih panjang dari sebelumnya. Cuaca panas dan kering bakal berlangsung hingga awal November. Pujono waswas jumlah desa yang mengajukan air bersih bakal bertambah. Kemarau 2018 lalu tercatat 45 desa. Meningkat dari 2017 yakni 28 desa. ‘’Musim kemarau tahun ini lebih panjang, kami harap warga waspada, terutama untuk kebutuhan air bersih,’’ pintanya.

Baca Juga :  Istri Robohkan Rumah karena Suami Selingkuh

Dia menambahkan kondisi ini merupakn dampak siklon cempaka 2017 silam. Akibatnya, sumber air hilang usai dilanda banjir bandang dan tanah longsor di beberapa wilayah tersebut. Itu diperparah dengan minimnya tanaman resapan seperti mahoni dan bambu. ‘’Kebanyakan masyarakat memilih tanaman sengon yang lebih memiliki nilai ekonomis. Padahal sengon kurang bagus menyimpan air,’’ bebernya.

Pujono berharap warga mulai mereboisasi wilayahnya. Pasalnya, jika mengandalkan bantuan air bersih BPBD dikhawatirkan dengan kian meningkatnya desa yang kekeringan masa pengiriman air bersih harus antre. Pasalnya, BPBD hanya memiliki lima truk tangki air bersih. Pun dengan medan berbukit tida semua truk dapat menjangkau semua desa. ‘’Untuk medan yang terjal dan curam kami harus menggunakan truk tangki lebih kecil,’’ paparnya. (gen/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/