27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Hujan Deras Bikin Waswas, Longsor Melanda Tiga Kecamatan di Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah mengakibatkan beberapa rumah kawak terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan menerima seabrek laporan sejak beberapa hari belakangan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mencatat delapan laporan longsor. Lima kejadian di Sudimoro, dua di Pacitan, dan satu di Tulakan. Dampak kerusakan yang ditimbulkan beragam. Mulai jalan ambles hingga material tanah yang menimpa bangunan rumah tua. ‘’Dampaknya tidak signifikan, hanya sebagian bangunan yang rusak. Tidak ada korban jiwa,’’ ujarnya, Rabu (28/9).

Di Sumberejo, Sudimoro, hujan yang mengguyur sejak Senin dini hari membuat jalan penghubung desa ambles. Selain kontur jalan menganga beberapa meter, guguran material dari tebing juga menimpa rumah seorang warga. Beruntung, longsor yang terjadi pagi hari itu tak memakan korban jiwa. ‘’Material longsor hanya menimpa tembok dan mengakibatkan kerusakan kecil. Untuk jalan rusak, sementara diberi tanda bahaya,’’ papar Erwin.

Baca Juga :  Longsor Besar Putus Jalur Ngebel-Dolopo

Dia berharap masyarakat lebih waspada. Khususnya yang tinggal di kawasan perbukitan. Musim hujan telah datang dan beragam potensi bencana alam turut mengancam. ‘’Kalau malam hujan deras, warga yang tinggal di zona rawan bencana sebaiknya mengungsi,’’ imbaunya.

Disinggung dampak bencana bagi wisatawan, Erwin memastikan hal itu tak perlu terlalu dirisaukan. Fenomena ini terjadi merata di mana saja, terutama di zona rawan bencana. Meski demikian, pelancong diimbau lebih berhati-hati saat berwisata di lautan. ‘’Pacitan tetap aman,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah mengakibatkan beberapa rumah kawak terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan menerima seabrek laporan sejak beberapa hari belakangan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mencatat delapan laporan longsor. Lima kejadian di Sudimoro, dua di Pacitan, dan satu di Tulakan. Dampak kerusakan yang ditimbulkan beragam. Mulai jalan ambles hingga material tanah yang menimpa bangunan rumah tua. ‘’Dampaknya tidak signifikan, hanya sebagian bangunan yang rusak. Tidak ada korban jiwa,’’ ujarnya, Rabu (28/9).

Di Sumberejo, Sudimoro, hujan yang mengguyur sejak Senin dini hari membuat jalan penghubung desa ambles. Selain kontur jalan menganga beberapa meter, guguran material dari tebing juga menimpa rumah seorang warga. Beruntung, longsor yang terjadi pagi hari itu tak memakan korban jiwa. ‘’Material longsor hanya menimpa tembok dan mengakibatkan kerusakan kecil. Untuk jalan rusak, sementara diberi tanda bahaya,’’ papar Erwin.

Baca Juga :  EWS Hanya Fokus untuk Tsunami

Dia berharap masyarakat lebih waspada. Khususnya yang tinggal di kawasan perbukitan. Musim hujan telah datang dan beragam potensi bencana alam turut mengancam. ‘’Kalau malam hujan deras, warga yang tinggal di zona rawan bencana sebaiknya mengungsi,’’ imbaunya.

Disinggung dampak bencana bagi wisatawan, Erwin memastikan hal itu tak perlu terlalu dirisaukan. Fenomena ini terjadi merata di mana saja, terutama di zona rawan bencana. Meski demikian, pelancong diimbau lebih berhati-hati saat berwisata di lautan. ‘’Pacitan tetap aman,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/