alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Biang Banjir Perkotaan, Pemkab Pacitan Bongkar Pintu Air

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Luapan drainase di sejumlah titik di pusat Kota Pacitan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sejumlah saluran perkotaan terus diakali demi melancarkan pembuangan air yang kerap menggenang. Beberapa pintu air yang tidak berfungsi maksimal dirombak.

Kabid Penyehatan Lingkungan Air Minum DPUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho mengatakan, beberapa pintu air di Kali Kunir, depan kantor Kelurahan Pucangsewu, serta saluran irigasi depan kantor Kelurahan Pacitan di-drill. Selain tak jelas kapan pintu besi itu terpasang, keberadaannya justru dipandang mengganggu aliran. Mempersempit saluran serta menghambat lintasan. ‘’Kami juga tanya lurah sampai warga bagaimana alirannya selama ini. Kalau pintu airnya memang tidak berfungsi, kami copot dan dimanfaatkan untuk titik pengairan lain,’’ ujarnya, Selasa (29/3).

Baca Juga :  Sering Banjir, DPUPR Pacitan Pecah Sumbatan Drainase Perkotaan

Bongkar pasang pintu air itu terbukti efektif. Aliran di Kali Kunir tak lagi meluber. Tak tampak lagi genangan yang biasa terjadi di seputaran perpusda dan Kelurahan Pucangsewu. ‘’Sementara fokus pada pembersihan saluran wilayah barat kota dan tengah dulu. Kami kerjakan manual dengan alat berat,’’ terangnya.

Disinggung sebab banjir kota, Tonny menuding akibat problem klasik antrean air. Perubahan lahan persawahan menjadi perumahan membuat kapasitas saluran ikut berkurang. Disusul kondisi hutan di seputaran bukit yang mulai gundul sehingga mengurangi resapan. Diperparah banyaknya sampah yang dibuang sembarangan ke selokan. ‘’Setelah dikeruk, salurannya menjadi lebih jernih,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Luapan drainase di sejumlah titik di pusat Kota Pacitan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sejumlah saluran perkotaan terus diakali demi melancarkan pembuangan air yang kerap menggenang. Beberapa pintu air yang tidak berfungsi maksimal dirombak.

Kabid Penyehatan Lingkungan Air Minum DPUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho mengatakan, beberapa pintu air di Kali Kunir, depan kantor Kelurahan Pucangsewu, serta saluran irigasi depan kantor Kelurahan Pacitan di-drill. Selain tak jelas kapan pintu besi itu terpasang, keberadaannya justru dipandang mengganggu aliran. Mempersempit saluran serta menghambat lintasan. ‘’Kami juga tanya lurah sampai warga bagaimana alirannya selama ini. Kalau pintu airnya memang tidak berfungsi, kami copot dan dimanfaatkan untuk titik pengairan lain,’’ ujarnya, Selasa (29/3).

Baca Juga :  Selama Ramadan THM Tutup Sepekan

Bongkar pasang pintu air itu terbukti efektif. Aliran di Kali Kunir tak lagi meluber. Tak tampak lagi genangan yang biasa terjadi di seputaran perpusda dan Kelurahan Pucangsewu. ‘’Sementara fokus pada pembersihan saluran wilayah barat kota dan tengah dulu. Kami kerjakan manual dengan alat berat,’’ terangnya.

Disinggung sebab banjir kota, Tonny menuding akibat problem klasik antrean air. Perubahan lahan persawahan menjadi perumahan membuat kapasitas saluran ikut berkurang. Disusul kondisi hutan di seputaran bukit yang mulai gundul sehingga mengurangi resapan. Diperparah banyaknya sampah yang dibuang sembarangan ke selokan. ‘’Setelah dikeruk, salurannya menjadi lebih jernih,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/