alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Longsor Pacitan-Ponorogo, Ratusan Kendaraan Terjebak di Tengah Hujan Deras

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengendara yang hendak melangsungkan perjalanan dari dan ke Pacitan-Ponorogo (Poci) gusar bukan kepalang. Sebab, badan jalan di depan mereka tersumbat guguran material longsor. Butuh waktu berjam-jam untuk memulihkan keadaan.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan, dari titik Pacitan, longsor tersebut melanda Dusun Semburan, Desa Ploso, Tegalombo. Guguran lumpur bercampur batu dan kayu itu melumpuhkan dua jalur penghubung antarkabupaten. ‘’Saat jalanan tertutup longsor, kondisinya sedang hujan lebat,’’ ujarnya.

Buruknya cuaca membuat evakuasi berjalan lamban. Meski kendaraan berat telah diterjunkan, namun pembersihan material tak dapat dilakukan cepat. Terlebih, beberapa gunturan longsoran skala kecil kembali terjadi hingga malam. Petugas akhirnya berhasil membersihkan separo jalan ketika sudah lewat dini hari (27/3). ‘’Pembersihan dibantu alat berat dan relawan. Water cannon milik satpol PP juga dikerahkan untuk menyemproti lumpur,’’ paparnya.

Meski aman, Erwin berharap pengguna jalan ekstrawaspada. Khususnya di musim penghujan seperti sekarang. Sebab, kontur perbukitan sisa-sisa longsoran membahayakan. ‘’Kita siaga 24 jam. Jika terdampak longsor di tengah perjalanan, silakan melapor agar lekas mendapat penanganan,’’ imbaunya.

Baca Juga :  Bisnis Perajin Mahar, Musim Pernikahan Raup Puluhan Juta Sebulan

Kepala Diskominfo Pacitan Bambang Marhaendrawan sempat menjadi korban. Sepulangnya perjalanan dinas dari Lamongan, dia sempat terjebak bersama ratusan kendaraan yang hendak menuju Pacitan. ‘’Saya terjebak di Gemaharjo sejak magrib (25/3),’’ katanya sepulang dari kegiatan pers di Lamongan.

Setelah terjebak tiga jam, mantan sekretaris dinas perikanan itu akhirnya bisa pulang ke Pacitan. Dia memutuskan lewat jalan alternatif ketika saat itu mendengar longsor serupa di Desa Ploso, Tegalombo. Titik longsor tersebut hanya berjarak 10 kilometer dari tempatnya terjebak kemacetan. ‘’Daripada nanti bisa lewat Gemaharjo tapi kejebak lagi di Tegalombo, akhirnya cari jalan lain,’’ ujarnya.

Bambang sempat bimbang saat mencari jalan alternatif. Dia sempat dihadapkan dua opsi. Apakah lewat Desa Binade-Montongan-Wonokarto atau nrabas Tahunan-Watupatok-Bandar. Setelah dipikir matang, dia beserta rombongan dinasnya akhirnya memilih akses Tahunan. Meski medannya berat, aksesnya jauh lebih dekat. ‘’Lewat jalan yang idealnya hanya dilewati kendaraan kecil,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengendara yang hendak melangsungkan perjalanan dari dan ke Pacitan-Ponorogo (Poci) gusar bukan kepalang. Sebab, badan jalan di depan mereka tersumbat guguran material longsor. Butuh waktu berjam-jam untuk memulihkan keadaan.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan, dari titik Pacitan, longsor tersebut melanda Dusun Semburan, Desa Ploso, Tegalombo. Guguran lumpur bercampur batu dan kayu itu melumpuhkan dua jalur penghubung antarkabupaten. ‘’Saat jalanan tertutup longsor, kondisinya sedang hujan lebat,’’ ujarnya.

Buruknya cuaca membuat evakuasi berjalan lamban. Meski kendaraan berat telah diterjunkan, namun pembersihan material tak dapat dilakukan cepat. Terlebih, beberapa gunturan longsoran skala kecil kembali terjadi hingga malam. Petugas akhirnya berhasil membersihkan separo jalan ketika sudah lewat dini hari (27/3). ‘’Pembersihan dibantu alat berat dan relawan. Water cannon milik satpol PP juga dikerahkan untuk menyemproti lumpur,’’ paparnya.

Meski aman, Erwin berharap pengguna jalan ekstrawaspada. Khususnya di musim penghujan seperti sekarang. Sebab, kontur perbukitan sisa-sisa longsoran membahayakan. ‘’Kita siaga 24 jam. Jika terdampak longsor di tengah perjalanan, silakan melapor agar lekas mendapat penanganan,’’ imbaunya.

Baca Juga :  Kebacut! Nomor Antrean Pasien RSUD Darsono Dijual

Kepala Diskominfo Pacitan Bambang Marhaendrawan sempat menjadi korban. Sepulangnya perjalanan dinas dari Lamongan, dia sempat terjebak bersama ratusan kendaraan yang hendak menuju Pacitan. ‘’Saya terjebak di Gemaharjo sejak magrib (25/3),’’ katanya sepulang dari kegiatan pers di Lamongan.

Setelah terjebak tiga jam, mantan sekretaris dinas perikanan itu akhirnya bisa pulang ke Pacitan. Dia memutuskan lewat jalan alternatif ketika saat itu mendengar longsor serupa di Desa Ploso, Tegalombo. Titik longsor tersebut hanya berjarak 10 kilometer dari tempatnya terjebak kemacetan. ‘’Daripada nanti bisa lewat Gemaharjo tapi kejebak lagi di Tegalombo, akhirnya cari jalan lain,’’ ujarnya.

Bambang sempat bimbang saat mencari jalan alternatif. Dia sempat dihadapkan dua opsi. Apakah lewat Desa Binade-Montongan-Wonokarto atau nrabas Tahunan-Watupatok-Bandar. Setelah dipikir matang, dia beserta rombongan dinasnya akhirnya memilih akses Tahunan. Meski medannya berat, aksesnya jauh lebih dekat. ‘’Lewat jalan yang idealnya hanya dilewati kendaraan kecil,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/