alexametrics
24.2 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Bupati Aji Giat Safari sembari Serap Aspirasi

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lebaran sebentar lagi. Namun, Indrata Nur Bayuaji tak putus tradisi safari Ramadan. Hingga sepuluh hari terakhir ini, bupati Pacitan itu masih mengikuti jemaah salat Tarawih dan tadarus di desa-desa.

Orang nomor satu di Pacitan itu ingin menyaksikan langsung kehidupan masyarakat di pedesaan. Seusai beribadah, Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, mendengarkan langsung aspirasi masyarakat pedesaan yang disambanginya. ‘’Kami ingin mengecek kondisi masyarakat di setiap desa,’’ ujarnya, Jumat (29/4).

Banyak kesan yang didapatkan Aji selama bersafari Ramadan. Mulai dari tantangan medan menuju lokasi yang terkadang ekstrem hingga antusiasme warga yang luar biasa saat membersamainya. ‘’Safari Ramadan itu asyik. Kita bisa melihat langsung tradisi dan kearifan lokal di setiap desa. Bulan suci ini juga momentum untuk introspeksi diri,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Bocah 1,5 Tahun Minum Air Aki

Di balik rasa senangya bertemu masyarakat desa, Aji menyelipkan sejumlah catatan. Seperti kondisi infrastruktur yang berbeda di setiap desa yang dianggapnya perlu direspons dengan percepatan pembangunan. ‘’Ada desa yang infrastrukturnya sudah baik, ada juga yang perlu mendapat perhatian,’’ ungkapnya. (hyo/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Lebaran sebentar lagi. Namun, Indrata Nur Bayuaji tak putus tradisi safari Ramadan. Hingga sepuluh hari terakhir ini, bupati Pacitan itu masih mengikuti jemaah salat Tarawih dan tadarus di desa-desa.

Orang nomor satu di Pacitan itu ingin menyaksikan langsung kehidupan masyarakat di pedesaan. Seusai beribadah, Aji, sapaan Indrata Nur Bayuaji, mendengarkan langsung aspirasi masyarakat pedesaan yang disambanginya. ‘’Kami ingin mengecek kondisi masyarakat di setiap desa,’’ ujarnya, Jumat (29/4).

Banyak kesan yang didapatkan Aji selama bersafari Ramadan. Mulai dari tantangan medan menuju lokasi yang terkadang ekstrem hingga antusiasme warga yang luar biasa saat membersamainya. ‘’Safari Ramadan itu asyik. Kita bisa melihat langsung tradisi dan kearifan lokal di setiap desa. Bulan suci ini juga momentum untuk introspeksi diri,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Truk Pasir Terguling di Jalur Pacitan-Ponorogo

Di balik rasa senangya bertemu masyarakat desa, Aji menyelipkan sejumlah catatan. Seperti kondisi infrastruktur yang berbeda di setiap desa yang dianggapnya perlu direspons dengan percepatan pembangunan. ‘’Ada desa yang infrastrukturnya sudah baik, ada juga yang perlu mendapat perhatian,’’ ungkapnya. (hyo/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/