27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Sebagian Kuota Lolos Passing Grade PPPK di Pacitan Telah Terisi

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) disambut gembira Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Setidaknya, perjuangan mengawal nasib guru yang lolos passing grade dalam seleksi tahun lalu tidaklah sia-sia.

Sekretaris PGRI Pacitan Khusnul Qomarudin mengatakan, persatuannya selalu memberikan pendampingan bagi ratusan guru yang memperjuangkan nasibnya. Mulai audiensi ke DPRD Pacitan hingga mendatangi kementerian. Perjuangan itu dipastikan berbuah manis. Dari total 352 formasi yang bakal dibuka nanti, sebagiannya diperuntukkan guru lolos passing grade. ‘’Nanti yang sudah lolos passing grade tidak akan tes lagi di seleksi mendatang,’’ ujarnya.

Kendati demikian, bukan berarti permasalahan telah tertuntaskan. Beberapa penempatan yang dipilih guru yang lolos passing grade itu sebagian telah terisi. Mau tak mau, Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan perlu menyiapkan kuota kosong. Entah memindahkan ke sekolah lain atau mutasi PPPK sebelumnya. ‘’Kalau dobel mengisi di formasi sebelumnya, nanti tidak akan dapat jam kelas. Itu berpengaruh ke sertifikasi,’’ terang Khusnul.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Tak Tanggapi Usulan Pengeprasan Jalan Pemkab Pacitan

Perjuangan PGRI mendampingi guru tidak tetap (GTT) belum berakhir. Sebab, masih banyak tenaga pendidik honorer yang masih mengabdi tahunan di Pacitan. Termasuk masalah kesejahteraan bagi guru PAUD dan TK yang tak kunjung mendapat perbaikan. ‘’Perjuangan kita belum berakhir, banyak GTT yang pengabdiannya lama dan punya dedikasi tinggi di Pacitan,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) disambut gembira Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Setidaknya, perjuangan mengawal nasib guru yang lolos passing grade dalam seleksi tahun lalu tidaklah sia-sia.

Sekretaris PGRI Pacitan Khusnul Qomarudin mengatakan, persatuannya selalu memberikan pendampingan bagi ratusan guru yang memperjuangkan nasibnya. Mulai audiensi ke DPRD Pacitan hingga mendatangi kementerian. Perjuangan itu dipastikan berbuah manis. Dari total 352 formasi yang bakal dibuka nanti, sebagiannya diperuntukkan guru lolos passing grade. ‘’Nanti yang sudah lolos passing grade tidak akan tes lagi di seleksi mendatang,’’ ujarnya.

Kendati demikian, bukan berarti permasalahan telah tertuntaskan. Beberapa penempatan yang dipilih guru yang lolos passing grade itu sebagian telah terisi. Mau tak mau, Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan perlu menyiapkan kuota kosong. Entah memindahkan ke sekolah lain atau mutasi PPPK sebelumnya. ‘’Kalau dobel mengisi di formasi sebelumnya, nanti tidak akan dapat jam kelas. Itu berpengaruh ke sertifikasi,’’ terang Khusnul.

Baca Juga :  Kontrak Kerja Baru Seumur Jagung, PPPK Pemkab Pacitan Tak Dapa THR

Perjuangan PGRI mendampingi guru tidak tetap (GTT) belum berakhir. Sebab, masih banyak tenaga pendidik honorer yang masih mengabdi tahunan di Pacitan. Termasuk masalah kesejahteraan bagi guru PAUD dan TK yang tak kunjung mendapat perbaikan. ‘’Perjuangan kita belum berakhir, banyak GTT yang pengabdiannya lama dan punya dedikasi tinggi di Pacitan,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/