alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Kedatangan Perantau, Pacitan Tak Perlu Micro-Lockdown

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Santernya micro-lockdown yang diwacanakan pemerintah pusat belum mendesak untuk diterapkan di Pacitan. Tak perlu khawatir berlebihan. Sebab, animo warga perantauan yang hendak pulang kampung ke Kota 1.001 Gua belum begitu tampak.

Sampai dengan saat ini, di Terminal Tipe A Pacitan tak terlihat penumpukan penumpang. Baik kedatangan maupun keberangkatan tak terjadi peningkatan signifikan. Boleh dibilang, kawasan pemberhentian bus antarkota antarprovinsi (AKAP) itu cukup lengang. ”Sampai hari ini relatif sepi. Kalau dari Jakarta paling 10 sampai 20 orang, tidak banyak setiap malamnya,” terang Cahyadi, salah seorang penjual tiket bus malam, Rabu (29/12).

Cahyadi menuturkan, lonjakan penumpang hanya terjadi saat libur Lebaran. Pada momen itu, saban hari ratusan hingga ribuan penumpang bisa naik turun di Terminal Pacitan. Meski dua tahun belakangan kondisi seperti itu tak terjadi akibat gempuran pandemi Covid-19. Di tengah serangkaian pembatasan, dia menilai warga ogah-ogahan melakukan perjalanan antarkota. Terlebih menggunakan moda transportasi darat. ”Semoga cepat ramai lah. Kalau kayak gini terus, makan saja susah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ikhtiar Pewarta Melawan Berita Dusta

Kepala Terminal Tipe A Pacitan Suyono menambahkan, puncak mudik Nataru berlangsung pada 23 serta 25 Desember. Bertepatan dengan momen Natal di akhir pekan. Meskipun diakuinya jumlah penumpang yang datang saat itu juga tak sebanyak momen serupa sebelum pandemi. Hanya berkisar puluhan penumpang. ”Kami pantau terus dan rutin melakukan pencatatan,” ujarnya.

Suyono sendiri kurang mengetahui penyebab pasti minimnya animo penumpang bus. Pun, kewajiban sudah vaksin atau skrining antikorona sebagai syarat perjalanan bukan aturan baru lagi. Sehingga masyarakat sudah cukup memahaminya. ”Kami pantau penerapan protokol kesehatan penumpang, utamanya penggunaan masker,” tegasnya. (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Santernya micro-lockdown yang diwacanakan pemerintah pusat belum mendesak untuk diterapkan di Pacitan. Tak perlu khawatir berlebihan. Sebab, animo warga perantauan yang hendak pulang kampung ke Kota 1.001 Gua belum begitu tampak.

Sampai dengan saat ini, di Terminal Tipe A Pacitan tak terlihat penumpukan penumpang. Baik kedatangan maupun keberangkatan tak terjadi peningkatan signifikan. Boleh dibilang, kawasan pemberhentian bus antarkota antarprovinsi (AKAP) itu cukup lengang. ”Sampai hari ini relatif sepi. Kalau dari Jakarta paling 10 sampai 20 orang, tidak banyak setiap malamnya,” terang Cahyadi, salah seorang penjual tiket bus malam, Rabu (29/12).

Cahyadi menuturkan, lonjakan penumpang hanya terjadi saat libur Lebaran. Pada momen itu, saban hari ratusan hingga ribuan penumpang bisa naik turun di Terminal Pacitan. Meski dua tahun belakangan kondisi seperti itu tak terjadi akibat gempuran pandemi Covid-19. Di tengah serangkaian pembatasan, dia menilai warga ogah-ogahan melakukan perjalanan antarkota. Terlebih menggunakan moda transportasi darat. ”Semoga cepat ramai lah. Kalau kayak gini terus, makan saja susah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pergi Tanpa Pamit, Seorang Kakek di Pacitan Ditemukan Tewas di Sungai

Kepala Terminal Tipe A Pacitan Suyono menambahkan, puncak mudik Nataru berlangsung pada 23 serta 25 Desember. Bertepatan dengan momen Natal di akhir pekan. Meskipun diakuinya jumlah penumpang yang datang saat itu juga tak sebanyak momen serupa sebelum pandemi. Hanya berkisar puluhan penumpang. ”Kami pantau terus dan rutin melakukan pencatatan,” ujarnya.

Suyono sendiri kurang mengetahui penyebab pasti minimnya animo penumpang bus. Pun, kewajiban sudah vaksin atau skrining antikorona sebagai syarat perjalanan bukan aturan baru lagi. Sehingga masyarakat sudah cukup memahaminya. ”Kami pantau penerapan protokol kesehatan penumpang, utamanya penggunaan masker,” tegasnya. (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/