alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Minim Anak Muda Jadi Petani

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Petani bukan pekerjaan favorit anak muda? Agar tak terjadi krisis generasi, sudah saatnya dilakukan peremajaan petani. Sebab, kebutuhan pangan tidak akan pernah berhenti.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan Pamuji menilai peremajaan petani bakal berlangsung alami. Para pemuda yang tertarik dengan pertanian, baik yang memiliki sawah maupun tidak, lambat laun bakal menjadi petani. Terlebih, model pertanian modern belakangan mulai berkembang di Pacitan. ‘’Regenerasi itu akan tetap terjadi, mungkin di satu tempat lambat, tapi lainnya bisa cepat,’’ ujarnya, Minggu (30/1).

Masuknya alat pertanian, diakui Pamuji, memiliki andil sendiri bagi kelangsungan pertanian. Keberadaannya memudahkan pekerjaan dan dapat mengurangi tenaga. Traktor dapat menggantikan tenaga 10 orang yang biasa menggunakan cangkul. ‘’Petani bisa bertambah atau terus berkurang, tapi teknologi siap menggantikan dan mempermudah pekerjaan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Gelombang Tinggi 6 Meter, Nelayan Pacitan Stop Melaut

BPS Pacitan mencatat, pertanian masih menjadi primadona pekerjaan sebagian besar penduduk di Pacitan. Pada 2020, jumlah petani meningkat 4 persen dari tahun sebelumnya. Semula 55,46 persen menjadi 59 persen dari total jumlah penduduk. Pekerjaan di sektor ini lebih diminati ketimbang pekerjaan lain seperti jasa dan manufaktur.  (gen/c1/fin/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Petani bukan pekerjaan favorit anak muda? Agar tak terjadi krisis generasi, sudah saatnya dilakukan peremajaan petani. Sebab, kebutuhan pangan tidak akan pernah berhenti.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan Pamuji menilai peremajaan petani bakal berlangsung alami. Para pemuda yang tertarik dengan pertanian, baik yang memiliki sawah maupun tidak, lambat laun bakal menjadi petani. Terlebih, model pertanian modern belakangan mulai berkembang di Pacitan. ‘’Regenerasi itu akan tetap terjadi, mungkin di satu tempat lambat, tapi lainnya bisa cepat,’’ ujarnya, Minggu (30/1).

Masuknya alat pertanian, diakui Pamuji, memiliki andil sendiri bagi kelangsungan pertanian. Keberadaannya memudahkan pekerjaan dan dapat mengurangi tenaga. Traktor dapat menggantikan tenaga 10 orang yang biasa menggunakan cangkul. ‘’Petani bisa bertambah atau terus berkurang, tapi teknologi siap menggantikan dan mempermudah pekerjaan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Tahun 2039, Diprediksi Petani di Ngawi Habis

BPS Pacitan mencatat, pertanian masih menjadi primadona pekerjaan sebagian besar penduduk di Pacitan. Pada 2020, jumlah petani meningkat 4 persen dari tahun sebelumnya. Semula 55,46 persen menjadi 59 persen dari total jumlah penduduk. Pekerjaan di sektor ini lebih diminati ketimbang pekerjaan lain seperti jasa dan manufaktur.  (gen/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/