alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Duh, Bulan Suci-Masa Pandemi Mesum Jalan Terus

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tak peduli bulan suci dan masa pandemi Covid-19. Praktik permesuman di Pacitan jalan terus. Buktinya, ketika satuan polisi pamong praja (satpol PP) setempat menggelar operasi pekat (penyakit masyarakat) Rabu (29/4). Sasaran penertiban home stay, hotel, hingga rumah kos.

Saat merazia kos-kosan, aparat penegak perda itu mendapati beberapa pasangan bukan muhrim atau kumpul kebo. Pun banyak dari mereka datang dari luar daerah. ‘’Ada juga warga luar Pacitan yang hanya bisa menunjukkan lembaran surat nikah siri. Sehingga kami minta untuk menikah secara negara juga,’’  kata Kasi Trantib Satpol PP Pacitan Subarni Rabu (29/4).

Untuk sementara, pihaknya masih sebatas melakuan pendataan. Belum sampai penindakan. ‘’Kami lihat KTP dan asalnya, untuk kita catat. Dalam situasi seperti ini sebagai langkah pencegahan utamanya,’’ terang Subarni.

Baca Juga :  Awasi Belanja ASN di Lapak UMKM Lewat Aplikasi

Menurut dia, razia atau operasi berikutnya tidak hanya dilakukan sehari, namun rutin digelar. ‘’Memang sudah terjadwal, dengan sasaran  kos-kosan, hotel, dan lain-lain,’’ paparnya.

Subarni mengimbau pemilik kos-kosan, penginapan, dan lainnya peduli siapa pun yang berkunjung. Juga harus lebih selektif supaya tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. ‘’Lebih baik kedua belah pihak, penyewa maupun pemilik, saling menjaga,’’ pintanya.

Pun juga perlu perhatian mulai dari jam kunjung tamu. Pintu kamar dibuka bila ada tamu bukan suami-istri. Bila perlu, disiapkan ruang tamu agar tidak menimbulkan fitnah. (mg2/c1/sat)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tak peduli bulan suci dan masa pandemi Covid-19. Praktik permesuman di Pacitan jalan terus. Buktinya, ketika satuan polisi pamong praja (satpol PP) setempat menggelar operasi pekat (penyakit masyarakat) Rabu (29/4). Sasaran penertiban home stay, hotel, hingga rumah kos.

Saat merazia kos-kosan, aparat penegak perda itu mendapati beberapa pasangan bukan muhrim atau kumpul kebo. Pun banyak dari mereka datang dari luar daerah. ‘’Ada juga warga luar Pacitan yang hanya bisa menunjukkan lembaran surat nikah siri. Sehingga kami minta untuk menikah secara negara juga,’’  kata Kasi Trantib Satpol PP Pacitan Subarni Rabu (29/4).

Untuk sementara, pihaknya masih sebatas melakuan pendataan. Belum sampai penindakan. ‘’Kami lihat KTP dan asalnya, untuk kita catat. Dalam situasi seperti ini sebagai langkah pencegahan utamanya,’’ terang Subarni.

Baca Juga :  Waw, Anggaran Perjalanan Dinas Pejabat Pacitan Capai Rp 43 Miliar

Menurut dia, razia atau operasi berikutnya tidak hanya dilakukan sehari, namun rutin digelar. ‘’Memang sudah terjadwal, dengan sasaran  kos-kosan, hotel, dan lain-lain,’’ paparnya.

Subarni mengimbau pemilik kos-kosan, penginapan, dan lainnya peduli siapa pun yang berkunjung. Juga harus lebih selektif supaya tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. ‘’Lebih baik kedua belah pihak, penyewa maupun pemilik, saling menjaga,’’ pintanya.

Pun juga perlu perhatian mulai dari jam kunjung tamu. Pintu kamar dibuka bila ada tamu bukan suami-istri. Bila perlu, disiapkan ruang tamu agar tidak menimbulkan fitnah. (mg2/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/