alexametrics
29.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Ratusan Guru PAI di Pacitan Berstatus Non-PNS

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Gerbong Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan juga mengalami krisis guru pendidikan agama Islam (PAI). Padahal, keberadaan tenaga pendidik ini dibutuhkan merata di seluruh jenjang pendidikan.

Kepala Kemenag Pacitan M. Nasim mengatakan, dari 544 guru PAI di kabupaten ini hanya 227 yang berstatus PNS. Mereka tersebar di seluruh madrasah negeri dan swasta. ‘’Tiap madrasah memang sudah ada guru PAI, meski hanya satu tenaga,’’ katanya, Senin (30/5).

Saat ini Kemenag tengah berkoordinasi dengan pemkab untuk membuka keran rekrutmen guru PAI. Baik dari jalur CPNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). ‘’Pengangkatannya bisa lewat pemkab. Tapi, pembinaannya tetap diampu Kemenag,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Menghias Donat di Hari Jadi Pacitan

Sama-sama digugu dan dituru, tugas guru PAI tidaklah ringan. Mereka dituntut memberikan pembekalan keilmuan agama sebagai dasar pendidikan karakter bagi peserta didik. ‘’PAI itu penting. Kalau siswanya pandai tetapi akhlaknya tidak bagus, ya percuma,’’ terangnya. (gen/c1/fin)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Gerbong Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan juga mengalami krisis guru pendidikan agama Islam (PAI). Padahal, keberadaan tenaga pendidik ini dibutuhkan merata di seluruh jenjang pendidikan.

Kepala Kemenag Pacitan M. Nasim mengatakan, dari 544 guru PAI di kabupaten ini hanya 227 yang berstatus PNS. Mereka tersebar di seluruh madrasah negeri dan swasta. ‘’Tiap madrasah memang sudah ada guru PAI, meski hanya satu tenaga,’’ katanya, Senin (30/5).

Saat ini Kemenag tengah berkoordinasi dengan pemkab untuk membuka keran rekrutmen guru PAI. Baik dari jalur CPNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). ‘’Pengangkatannya bisa lewat pemkab. Tapi, pembinaannya tetap diampu Kemenag,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Torehkan 17 Medali, Pacitan Hanya Tempati Peringkat 32 di Porprov Jatim

Sama-sama digugu dan dituru, tugas guru PAI tidaklah ringan. Mereka dituntut memberikan pembekalan keilmuan agama sebagai dasar pendidikan karakter bagi peserta didik. ‘’PAI itu penting. Kalau siswanya pandai tetapi akhlaknya tidak bagus, ya percuma,’’ terangnya. (gen/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/