alexametrics
28.3 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Kasus DBD Jadi Perhatian DPRD Pacitan, 140 Titik Di-Fogging

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) tidak kalah mematikan dengan virus korona. Meskipun kurva penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu sudah turun seiring peralihan musim. Namun, penderita masih bermunculan.

Kondisi itu disoroti oleh kalangan dewan. Ketua Komisi II DPRD Pacitan Ronny Wahyono meminta dinas kesehatan (dinkes) untuk tetap menjadikan kasus DBD sebagai perhatian. Apalagi, tingkat kematian karena DBD cukup tinggi. ‘’Kami ingatkan dinkes untuk kembali menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),’’ kata politisi Partai Demokrat itu Senin (29/6).

Ronny menyebut penyakit ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih wilayah endemik DBD menyebar. Tidak hanya di Kecamatan Pacitan, tapi juga Tulakan dan Sudimoro. Dia lantas meminta dinkes cepat dalam merespons usulan dari masyarakat terkait fogging. ‘’Semula ada 70 titik yang rencananya disemprot dinkes. Kini melonjak dua kali lipat menjadi 140 titik,’’ ungkap mantan ketua DPRD Pacitan periode 2014–2019 itu. (gen/c1/her)

Baca Juga :  Polres Pacitan Sita 1.021 Pil Dobel L

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) tidak kalah mematikan dengan virus korona. Meskipun kurva penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu sudah turun seiring peralihan musim. Namun, penderita masih bermunculan.

Kondisi itu disoroti oleh kalangan dewan. Ketua Komisi II DPRD Pacitan Ronny Wahyono meminta dinas kesehatan (dinkes) untuk tetap menjadikan kasus DBD sebagai perhatian. Apalagi, tingkat kematian karena DBD cukup tinggi. ‘’Kami ingatkan dinkes untuk kembali menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),’’ kata politisi Partai Demokrat itu Senin (29/6).

Ronny menyebut penyakit ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih wilayah endemik DBD menyebar. Tidak hanya di Kecamatan Pacitan, tapi juga Tulakan dan Sudimoro. Dia lantas meminta dinkes cepat dalam merespons usulan dari masyarakat terkait fogging. ‘’Semula ada 70 titik yang rencananya disemprot dinkes. Kini melonjak dua kali lipat menjadi 140 titik,’’ ungkap mantan ketua DPRD Pacitan periode 2014–2019 itu. (gen/c1/her)

Baca Juga :  Seharian, Pacitan Dikepung Banjir-Longsor

Most Read

Artikel Terbaru

/