alexametrics
24 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Terimbas Pandemi, Dana Bergulir Belum Teralokasi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Fasilitas kredit yang biasa diberikan pemkab untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun ini masih buram. Pihak dinas koperasi dan usaha mikro mengaku belum mendapatkan alokasi dana bergulir seperti sebelumnya.

Hal itu diakui oleh Kepala UPT Pengelola Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pacitan Fajar Pancoro Senin (29/6). Dia menegaskan alokasi dana bergulir dari APBD tahun ini belum ada. ‘’Apalagi ini ada (pandemi) Covid-19. Menerima atau tidaknya kami juga tidak tahu. Tapi, kami sudah mengajukan,’’ katanya.

Fajar mengungkapkan, program dana bergulir sudah dijalankan sejak 2002. Sampai kini sudah Rp 9,61 miliar fasilitas kredit yang digulirkan kepada 4.112 UMKM. Dari jumlah tersebut sekitar Rp 1,07 miliar pinjaman dana bergulir para nasabah macet. ‘’Banyak faktor yang membuat pinjaman dana bergulir macet. Mulai dari nasabah pindah domisili sampai dengan meninggal dunia,’’ terangnya.

Baca Juga :  Ibu Kota Kilat

Meski begitu, pihaknya tetap berupaya melakukan penelusuran. ‘’Kami tetap berusaha mencarinya. Kalau nasabah itu ternyata sudah meninggal memang bunganya (kredit) berhenti. Tapi, tanggungan tetap harus dibayar. Biasanya kami hubungi pihak keluarga bersangkutan atau ahli waris untuk proses pembayarannya,’’ jelas Fajar.

Dikatakannya, proses peminjaman dana bergulir terbilang selektif. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi calon nasabah. Bahkan, sejak 2018 pihaknya mulai memberlakukan jaminan pinjaman sebagai bentuk antisipasi kredit macet. ‘’Kalau untuk pinjaman maksimal Rp 40 juta dengan bunga per tahun sebesar 5 persen,’’ kata Fajar. (mg2/c1/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Fasilitas kredit yang biasa diberikan pemkab untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun ini masih buram. Pihak dinas koperasi dan usaha mikro mengaku belum mendapatkan alokasi dana bergulir seperti sebelumnya.

Hal itu diakui oleh Kepala UPT Pengelola Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pacitan Fajar Pancoro Senin (29/6). Dia menegaskan alokasi dana bergulir dari APBD tahun ini belum ada. ‘’Apalagi ini ada (pandemi) Covid-19. Menerima atau tidaknya kami juga tidak tahu. Tapi, kami sudah mengajukan,’’ katanya.

Fajar mengungkapkan, program dana bergulir sudah dijalankan sejak 2002. Sampai kini sudah Rp 9,61 miliar fasilitas kredit yang digulirkan kepada 4.112 UMKM. Dari jumlah tersebut sekitar Rp 1,07 miliar pinjaman dana bergulir para nasabah macet. ‘’Banyak faktor yang membuat pinjaman dana bergulir macet. Mulai dari nasabah pindah domisili sampai dengan meninggal dunia,’’ terangnya.

Baca Juga :  Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Kurang Tegas

Meski begitu, pihaknya tetap berupaya melakukan penelusuran. ‘’Kami tetap berusaha mencarinya. Kalau nasabah itu ternyata sudah meninggal memang bunganya (kredit) berhenti. Tapi, tanggungan tetap harus dibayar. Biasanya kami hubungi pihak keluarga bersangkutan atau ahli waris untuk proses pembayarannya,’’ jelas Fajar.

Dikatakannya, proses peminjaman dana bergulir terbilang selektif. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi calon nasabah. Bahkan, sejak 2018 pihaknya mulai memberlakukan jaminan pinjaman sebagai bentuk antisipasi kredit macet. ‘’Kalau untuk pinjaman maksimal Rp 40 juta dengan bunga per tahun sebesar 5 persen,’’ kata Fajar. (mg2/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/