alexametrics
26.5 C
Madiun
Monday, August 15, 2022

Festival Rontek di Pacitan Digelar Virtual, Desa Diminta Kirim Video 7 Menit

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pergelaran seni rontek kembali digelar tahun ini. Namun, tidak dibarengi dengan karnaval di Jalan Ahmad Yani seperti biasanya. Pertunjukan seni tari diiringi musik kentongan itu bakal dilaksanakan secara virtual. ‘’Acara karnaval diganti dengan rekaman video,’’  kata Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Pacitan Djohan Perwiranto, Selasa (31/5).

Djohan mengungkapkan, pergelaran seni rontek virtual tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Setiap peserta bebas berkreasi. Karya yang dihasilkan direkam dalam bentuk video berdurasi tujuh menit. ‘’Pesertanya tetap sama, desa dan kelurahan yang ada di Pacitan,’’ ujarnya.

Pergelaran rontek virtual dimaksudkan untuk menghidupkan kembali geliat seni di Pacitan. Pun, menggugah semangat seni yang sarat keunikan dari tiap desa. Sebab, peserta dituntut menunjukkan keelokan panorama desa setempat. Baik wisata maupun aset lain yang dapat dijadikan latar rontek. ‘’Rencana dimulai Oktober nanti,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Rem Blong, Bapak-Anak Masuk Jurang

Ada mimpi pergelaran rontek tidak hanya digelar di kabupaten. Namun, bisa terselenggara hingga tingkat nasional. Peserta dari kabupaten dan provinsi lain unjuk keunikan masing-masing. Pun, jadi ajang tahunan yang mampu mendulang wisatawan. ‘’Diharapkan rontek dapat menggerakkan roda ekonomi Pacitan,’’ pungkasnya. (gen/c1/den)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pergelaran seni rontek kembali digelar tahun ini. Namun, tidak dibarengi dengan karnaval di Jalan Ahmad Yani seperti biasanya. Pertunjukan seni tari diiringi musik kentongan itu bakal dilaksanakan secara virtual. ‘’Acara karnaval diganti dengan rekaman video,’’  kata Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Pacitan Djohan Perwiranto, Selasa (31/5).

Djohan mengungkapkan, pergelaran seni rontek virtual tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Setiap peserta bebas berkreasi. Karya yang dihasilkan direkam dalam bentuk video berdurasi tujuh menit. ‘’Pesertanya tetap sama, desa dan kelurahan yang ada di Pacitan,’’ ujarnya.

Pergelaran rontek virtual dimaksudkan untuk menghidupkan kembali geliat seni di Pacitan. Pun, menggugah semangat seni yang sarat keunikan dari tiap desa. Sebab, peserta dituntut menunjukkan keelokan panorama desa setempat. Baik wisata maupun aset lain yang dapat dijadikan latar rontek. ‘’Rencana dimulai Oktober nanti,’’ tuturnya.

Baca Juga :  DKPP Pacitan ’’Obok-Obok’’ Dua Pasar Hewan

Ada mimpi pergelaran rontek tidak hanya digelar di kabupaten. Namun, bisa terselenggara hingga tingkat nasional. Peserta dari kabupaten dan provinsi lain unjuk keunikan masing-masing. Pun, jadi ajang tahunan yang mampu mendulang wisatawan. ‘’Diharapkan rontek dapat menggerakkan roda ekonomi Pacitan,’’ pungkasnya. (gen/c1/den)

Most Read

Artikel Terbaru

/