alexametrics
24.7 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Pemkab Ponorogo Invasi Harga Minyak Goreng

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Minyak goreng akhirnya mengenal kasta dengan harga berlainan sesuai tingkatan. Harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng itu bakal diterapkan mulai hari ini (1/2). Setiap liter minyak goreng curah dihargai Rp 11.500. Minyak goreng kemasan lumrah seharga Rp 13.500, sedangkan yang kemasan premium dibanderol Rp 14.000 per liter.

Pemkab Ponorogo akhirnya melakukan invasi untuk menekan harga minyak goreng di pasaran. Operasi pasar minyak goreng kemarin (31/1) dilakukan di paseban alun-alun dan  Pasar Balong. ‘’Kami menyiapkan 3.100 liter minyak goreng kemasan biasa dengan harga jual Rp 13.500 per liter,’’ kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang turun ke lapangan bersama Wabup Lisdyarita.

Pantauan Jawa Pos Radar Ponorogo, sebanyak 2.500 liter minyak goreng yang dilego sesuai HET di paseban itu langsung diserbu konsumen. Namun, setiap kepala pembeli sengaja hanya dijatah dua liter. Pun, mereka harus menyetor fotokopi KTP. Operasi pasar di Pasar Balong juga tidak memerlukan waktu lama untuk meludeskan 600 liter minyak goreng. ‘’Pemerintah daerah harus hadir ketika harga kebutuhan pokok  tidak stabil,’’ terang Sugiri.

Baca Juga :  Kejagung Tetapkan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Minyak Goreng

Sugiri sadar bahwa operasi pasar tidak serta-merta membuat harga minyak goreng di pasaran turun. Penurunan harga berlangsung perlahan sekitar satu hingga dua pekan mendatang. Orang nomor satu di Ponorogo itu bakal terus memantau perkembangan harga minyak goreng di pasaran. ‘’Kalau harga belum kunjung turun, berarti perlu operasi pasar lagi,” ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Minyak goreng akhirnya mengenal kasta dengan harga berlainan sesuai tingkatan. Harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng itu bakal diterapkan mulai hari ini (1/2). Setiap liter minyak goreng curah dihargai Rp 11.500. Minyak goreng kemasan lumrah seharga Rp 13.500, sedangkan yang kemasan premium dibanderol Rp 14.000 per liter.

Pemkab Ponorogo akhirnya melakukan invasi untuk menekan harga minyak goreng di pasaran. Operasi pasar minyak goreng kemarin (31/1) dilakukan di paseban alun-alun dan  Pasar Balong. ‘’Kami menyiapkan 3.100 liter minyak goreng kemasan biasa dengan harga jual Rp 13.500 per liter,’’ kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang turun ke lapangan bersama Wabup Lisdyarita.

Pantauan Jawa Pos Radar Ponorogo, sebanyak 2.500 liter minyak goreng yang dilego sesuai HET di paseban itu langsung diserbu konsumen. Namun, setiap kepala pembeli sengaja hanya dijatah dua liter. Pun, mereka harus menyetor fotokopi KTP. Operasi pasar di Pasar Balong juga tidak memerlukan waktu lama untuk meludeskan 600 liter minyak goreng. ‘’Pemerintah daerah harus hadir ketika harga kebutuhan pokok  tidak stabil,’’ terang Sugiri.

Baca Juga :  Langka dan Mahal, Bupati Ponorogo Curigai Praktik Kartel Minyak Goreng

Sugiri sadar bahwa operasi pasar tidak serta-merta membuat harga minyak goreng di pasaran turun. Penurunan harga berlangsung perlahan sekitar satu hingga dua pekan mendatang. Orang nomor satu di Ponorogo itu bakal terus memantau perkembangan harga minyak goreng di pasaran. ‘’Kalau harga belum kunjung turun, berarti perlu operasi pasar lagi,” ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/