alexametrics
29.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Terlambat Masuk Kerja Saat Ramadan, Tunjangan Kinerja ASN Kena Pangkas

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jam kerja aparatur sipil negara (ASN) mengalami penyesuaian waktu selama Ramadan. Jam ngantor itu diolor setengah jam, dari semula pukul 07.00 menjadi 07.30. Pulangnya dimajukan dari pukul 15.00 menjadi 14.45.

Ketentuan itu mendasar SE 800/1872/405.26/2022 tertanggal 30 Maret menindaklanjuti SE Men PAN-RB 11/2022 tertanggal 25 Maret. Perangkat daerah yang dinasnya lima hari kerja, Jumat masuk pukul 07.00-10.30. Perangkat daerah yang dinas enam hari kerja, Senin hingga Kamis masuk mulai pukul 07.30-13.30. Jumat mulai pukul 07.30 hingga 11.00, dan Sabtu mulai pukul 07.30 hingga 12.30.

‘’Jam efektifnya tetap sama, 32,5 jam per minggunya,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Andi Susetyo, Jumat (1/4).

Baca Juga :  Lima Hari Lebaran, 22.325 Wisatawan Kunjungi Telaga Ngebel

Pantang bagi ASN terlambat maupun bolos kerja selama Ramadan. Apalagi jam masuk sudah diolor dan pulangnya dimajukan. Diharapkan seluruh abdi negara dapat mengikuti regulasi yang ada. Agar pelayanan masyarakat tetap berjalan lancar. ‘’Kerja harus tetap optimal meski sedang puasa,’’ tegasnya.

Bagi ASN yang terlambat bakal dipangkas tunjangan kinerja (tukin)-nya. Selama ini pemkab telah mengaplikasikan sistem absensi online jathilan. Sehingga seluruh catatan waktu absensinya tercatat dengan akurat. ‘’Kalau telat, risiko pengurangan tukin dan seterusnya,’’ ujarnya. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jam kerja aparatur sipil negara (ASN) mengalami penyesuaian waktu selama Ramadan. Jam ngantor itu diolor setengah jam, dari semula pukul 07.00 menjadi 07.30. Pulangnya dimajukan dari pukul 15.00 menjadi 14.45.

Ketentuan itu mendasar SE 800/1872/405.26/2022 tertanggal 30 Maret menindaklanjuti SE Men PAN-RB 11/2022 tertanggal 25 Maret. Perangkat daerah yang dinasnya lima hari kerja, Jumat masuk pukul 07.00-10.30. Perangkat daerah yang dinas enam hari kerja, Senin hingga Kamis masuk mulai pukul 07.30-13.30. Jumat mulai pukul 07.30 hingga 11.00, dan Sabtu mulai pukul 07.30 hingga 12.30.

‘’Jam efektifnya tetap sama, 32,5 jam per minggunya,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Andi Susetyo, Jumat (1/4).

Baca Juga :  Bupati Sugiri Anggarkan Satu RT di Ponorogo Dapat Rp 10 Juta

Pantang bagi ASN terlambat maupun bolos kerja selama Ramadan. Apalagi jam masuk sudah diolor dan pulangnya dimajukan. Diharapkan seluruh abdi negara dapat mengikuti regulasi yang ada. Agar pelayanan masyarakat tetap berjalan lancar. ‘’Kerja harus tetap optimal meski sedang puasa,’’ tegasnya.

Bagi ASN yang terlambat bakal dipangkas tunjangan kinerja (tukin)-nya. Selama ini pemkab telah mengaplikasikan sistem absensi online jathilan. Sehingga seluruh catatan waktu absensinya tercatat dengan akurat. ‘’Kalau telat, risiko pengurangan tukin dan seterusnya,’’ ujarnya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/