alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Gelapkan Motor karena Masalah Ekonomi, Ibu Tiga Anak Bebas Jalur RJ

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Perempuan asal Balong, Ponorogo berinisial MC lolos dari jeratan hukum pidana. Ini setelah AB, yang merupakan korban dari hasil penggelapan sepeda motor yang dilakukan MC bersedia berdamai. Kasus tersebut kemudian diselesaikan Satreskrim Polres Ponorogo dengan menerapkan restorative justice (RJ).

Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo Ipda Guling Sunaka mengatakan, kedua belah pihaknya telah sepakat menyelesaikan kasus penggelapan motor ini dengan restorative justice. Kendati demikian, hak korban tetap dikembalikan. Nilainya Rp 9,5 juta. ‘’Uang tersebut didapat dari hasil patungan tokoh masyarakat, perangkat desa dan pihak kepolisian,’’ ungkapnya, Rabu (1/6).

Adapun kronologis dari kasus ini bermula ketika korban menggadaikan motor kepada MC. Namun, oleh perempuan 28 tahun itu motor tersebut kemudian dijual kepada G yang sekarang menjadi buronan polisi. ‘’Ini terpaksa dilakukan pelaku. Karena yang bersangkutan harus menghidupi ketiga anaknya yang masih bayi. Pelaku ini tidak mampu secara ekonomi,’’ terang Guling.

Baca Juga :  Dewan Anggap Penyewa Aset Daerah di Jalan Baru Langgar Perjanjian

Bahkan, saat proses penyelidikan berjalan MC dalam keadaan hamil anak ketiganya. Anak itu baru lahir setelah kasus ini ditingkatkan pada tahap penyidikan. ‘’Jadi, ini murni karena faktor kemanusiaan,’’ ujarnya. (her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Perempuan asal Balong, Ponorogo berinisial MC lolos dari jeratan hukum pidana. Ini setelah AB, yang merupakan korban dari hasil penggelapan sepeda motor yang dilakukan MC bersedia berdamai. Kasus tersebut kemudian diselesaikan Satreskrim Polres Ponorogo dengan menerapkan restorative justice (RJ).

Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo Ipda Guling Sunaka mengatakan, kedua belah pihaknya telah sepakat menyelesaikan kasus penggelapan motor ini dengan restorative justice. Kendati demikian, hak korban tetap dikembalikan. Nilainya Rp 9,5 juta. ‘’Uang tersebut didapat dari hasil patungan tokoh masyarakat, perangkat desa dan pihak kepolisian,’’ ungkapnya, Rabu (1/6).

Adapun kronologis dari kasus ini bermula ketika korban menggadaikan motor kepada MC. Namun, oleh perempuan 28 tahun itu motor tersebut kemudian dijual kepada G yang sekarang menjadi buronan polisi. ‘’Ini terpaksa dilakukan pelaku. Karena yang bersangkutan harus menghidupi ketiga anaknya yang masih bayi. Pelaku ini tidak mampu secara ekonomi,’’ terang Guling.

Baca Juga :  Sediakan Tempat Judi Dadu, Pemilik Warkop dan Bandar Diringkus

Bahkan, saat proses penyelidikan berjalan MC dalam keadaan hamil anak ketiganya. Anak itu baru lahir setelah kasus ini ditingkatkan pada tahap penyidikan. ‘’Jadi, ini murni karena faktor kemanusiaan,’’ ujarnya. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/