alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Sumorobangun Flower versi Biting

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kreatifnya Kepala Desa Biting Bambang Warsito. Pasar krempyeng di Dusun Watsayut mampu disulapnya jadi lokasi wisata. Ada kios yang buka setiap pasaran Wage dan Legi di dekat pasar mini itu. ‘’Lokasinya strategis karena berada di jalur provinsi yang menghubungkan Ponorogo dengan Wonogiri. Mayoritas petani di Biting menanam tembakau,’’ kata Bambang.

Dia menakar komoditas tembakau Biting cukup menjanjikan. Apalagi, ada mbako (tembakau) Temon yang sudah terkenal lama. Bambang ingin mendongkrak potensi ekonomi itu dengan membangun kios tembakau bersebelahan dengan pasar krempyeng. Di antara kios dan pasar krempyeng, berdiri sebuah jembatan gantung. ‘’Di atas jembatan ada bukit yang indah. Saya bangun taman di mulut jembatan yang diberi nama Sumorobangun Flower,’’ jelas Bambang.

Baca Juga :  Sediakan Tempat Judi Dadu, Pemilik Warkop dan Bandar Diringkus

Kian memanjakan mata ketika jembatan gantung dicat warna-warni. Sumorobangun Flower mulai dibuka untuk umum awal 2020 lalu. Bambang mengklaim tingkat kunjungan 500 orang per hari. Di akhir pekan bahkan mampu tembus 2.000 pengunjung. Bambang berencana mendirikan arena outbound agar pengunjung semakin girang. ‘’Nanti disempurnakan dengan sarana olahraga paralayang dari atas bukit di belakang Sumorobangun Flower,’’ ungkapnya.

Tidak berhenti di situ. Sumorobangun Flower diproyeksikan menjadi pusat oleh-oleh. Ada produk khas Desa Biting berupa madu, mete, keripik ketela, dan tembakau. Kekuatan ekonomi lokal bakal terdongkrak jika pusat oleh-oleh itu ramai pembeli. ‘’Pintar-pintar menggali sumber daya yang ada,’’ tuturnya. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kreatifnya Kepala Desa Biting Bambang Warsito. Pasar krempyeng di Dusun Watsayut mampu disulapnya jadi lokasi wisata. Ada kios yang buka setiap pasaran Wage dan Legi di dekat pasar mini itu. ‘’Lokasinya strategis karena berada di jalur provinsi yang menghubungkan Ponorogo dengan Wonogiri. Mayoritas petani di Biting menanam tembakau,’’ kata Bambang.

Dia menakar komoditas tembakau Biting cukup menjanjikan. Apalagi, ada mbako (tembakau) Temon yang sudah terkenal lama. Bambang ingin mendongkrak potensi ekonomi itu dengan membangun kios tembakau bersebelahan dengan pasar krempyeng. Di antara kios dan pasar krempyeng, berdiri sebuah jembatan gantung. ‘’Di atas jembatan ada bukit yang indah. Saya bangun taman di mulut jembatan yang diberi nama Sumorobangun Flower,’’ jelas Bambang.

Baca Juga :  Cycling di Mata Maudy Margareth Angelic

Kian memanjakan mata ketika jembatan gantung dicat warna-warni. Sumorobangun Flower mulai dibuka untuk umum awal 2020 lalu. Bambang mengklaim tingkat kunjungan 500 orang per hari. Di akhir pekan bahkan mampu tembus 2.000 pengunjung. Bambang berencana mendirikan arena outbound agar pengunjung semakin girang. ‘’Nanti disempurnakan dengan sarana olahraga paralayang dari atas bukit di belakang Sumorobangun Flower,’’ ungkapnya.

Tidak berhenti di situ. Sumorobangun Flower diproyeksikan menjadi pusat oleh-oleh. Ada produk khas Desa Biting berupa madu, mete, keripik ketela, dan tembakau. Kekuatan ekonomi lokal bakal terdongkrak jika pusat oleh-oleh itu ramai pembeli. ‘’Pintar-pintar menggali sumber daya yang ada,’’ tuturnya. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/