alexametrics
23.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Kemenkes Diduga Keliru Bayar, Nakes di Ponorogo Terima Insentif Dobel

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diduga melakukan kekeliruan pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) di Ponorogo. Bagaimana tidak, dari hasil evaluasi terdapati sejumlah nakes yang menerima dobel insentif dari penanganan Covid-19 di empat fasilitas kesehatan (faskes). Meliputi, nakes di RSUD dr Harjono, RSU Aisyiyah, Puskesmas Nailan, dan Puskesmas Jenangan. ‘’Tapi, kami belum mengetahui perinciannya. Siapa saja yang telanjur menerimanya,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono, Senin (1/11). 

Agus Pram –sapaan Agus Pramono– yang juga pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mengungkapkan bahwa dua direktur rumah sakit dan dua kepala puskesmas itu sudah mengikuti rapat bersama Kementerian Kesehatan. Pokok bahasan rapat adalah prosedur pengembalian uang susuk atau kelebihan insentif tersebut. Namun, belum muncul data siapa saja nama nakes yang mendapat insentif penanganan Covid-19 dobel. ‘’Hanya tertera nama rumah sakit dan puskesmas, kelebihan besaran dana insentif juga belum disebutkan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Rakit Mercon, 1 Tewas, 8 Terluka

Menurut Sekda, kelebihan pembayaran insentif dari kementerian itu baru kali pertama terjadi. Pihaknya siap mengawal dan membantu para nakes mengembalikan insentif penanganan Covid-19 yang bukan haknya. ‘’Nakes di empat faskes itu sudah siap mengembalikannya kalau nama-nama dari Kemenkes sudah turun. Kesalahan murni dari pusat,’’ jelasnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diduga melakukan kekeliruan pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) di Ponorogo. Bagaimana tidak, dari hasil evaluasi terdapati sejumlah nakes yang menerima dobel insentif dari penanganan Covid-19 di empat fasilitas kesehatan (faskes). Meliputi, nakes di RSUD dr Harjono, RSU Aisyiyah, Puskesmas Nailan, dan Puskesmas Jenangan. ‘’Tapi, kami belum mengetahui perinciannya. Siapa saja yang telanjur menerimanya,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono, Senin (1/11). 

Agus Pram –sapaan Agus Pramono– yang juga pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mengungkapkan bahwa dua direktur rumah sakit dan dua kepala puskesmas itu sudah mengikuti rapat bersama Kementerian Kesehatan. Pokok bahasan rapat adalah prosedur pengembalian uang susuk atau kelebihan insentif tersebut. Namun, belum muncul data siapa saja nama nakes yang mendapat insentif penanganan Covid-19 dobel. ‘’Hanya tertera nama rumah sakit dan puskesmas, kelebihan besaran dana insentif juga belum disebutkan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Belum Kantongi Izin BPOM, Air Minum Produk BUMDes Dilarang Beredar

Menurut Sekda, kelebihan pembayaran insentif dari kementerian itu baru kali pertama terjadi. Pihaknya siap mengawal dan membantu para nakes mengembalikan insentif penanganan Covid-19 yang bukan haknya. ‘’Nakes di empat faskes itu sudah siap mengembalikannya kalau nama-nama dari Kemenkes sudah turun. Kesalahan murni dari pusat,’’ jelasnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/