alexametrics
29.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Dedikasi Tinggi, Yang Tak Pernah Libur di Hari Libur

Ketika sebagian besar warga berlibur bersama keluarga, ada orang-orang yang tetap bekerja. Salah satunya, Eko Hadi Prasetyo. Sejak jauh hari, kepala Terminal Seloaji itu dilarang cuti selama libur Natal dan tahun baru (Nataru). Terminal ibarat rumah kedua bagi PNS Kemenhub ini.

====================

MIZAN AHSANI, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

EKO bersiaga di titik penghentian pertama bus Terminal Seloaji. Dia menaiki satu per satu bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang datang. Setelah dianggapnya memenuhi kelayakan, barulah dia turun mempersilakan bus melaju di titik penjemputan penumpang. ‘’Untuk bus-bus AKAP, ramp check harus dilakukan secara menyeluruh karena jarak tempuhnya sampai belasan jam,’’ kata Eko Rabu (1/1).

Saban hari di masa Nataru ini, jam kerja Eko tidak lagi berpatok arloji. Mulai pagi hingga larut malam. Tak jarang dia baru bisa menanggalkan seragam kedinasan selewat pukul 01.00 dini hari. ‘’Memang keharusan bagi saya untuk berada di terminal,’’ ujarnya.

Sebagai kepala terminal, ada beberapa tugasnya yang tak bisa dipasrahkan anak buah. Urusan teknis sekalipun tetap memerlukan kewenangannya dalam mengawasi. Bus AKAP dicek setiap pagi dan sore, sesuai jam keberangkatan. Sementara bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dicek setiap saat lantaran terus berlalu-lalang dari pagi sampai malam. ‘’Pernah ada satu bus dari Jepara yang tiga kali berturut melanggar. Tidak ada buku kir dan surat-surat lain. Selalu kami tunda keberangkatannya,’’ tutur Eko. Maklum, tak sedikit bus yang kedapatan nakal. ‘’AKDP tidak terlalu rentan. Tapi AKAP ini yang harus intensif,’’ imbuh pria asal Wayang, Pulung, tersebut.

Baca Juga :  Banjir Ponorogo, Ratusan Warga Satu Dusun Terisolasi

Kehadiran Eko dibutuhkan ketika ramp check lantaran dia yang berwenang meneken berita acara pemeriksaan (BAP) untuk bus-bus nakal. Sesuai lisensi penyidik PNS (PPNS) yang dikantongi. Eko memang mendapat tugas khusus kala ditugaskan memimpin Terminal Seloaji sejak Juni lalu. ‘’Sebelumnya tidak ada PPNS di Terminal Seloaji. Padahal, pelanggaran trayeknya sangat luar biasa banyaknya. Dari seluruh bus AKAP, hampir 90 persen melanggar trayek. Itu PR saya dari kementerian,’’ ungkapnya.

Karena keharusan itu, Eko berusaha menikmati setiap detik waktu berdinas di terminal. Sudah menjadi rumah kedua, makan hingga istirahat pun di dalam kantornya. Baru ketika tugasnya sedikit longgar, Eko menyempatkan pulang menengok rumah sejenak. Setelah itu kembali lagi ke terminal. Rutinitas itu tidak membuatnya bosan. ‘’Sejak awal saya berusaha fokus dalam meniti karir di perhubungan. Mulai dari Pekanbaru, Surabaya, lalu pulang kembali ke Ponorogo. Terpenting pelayanan lancar untuk masyarakat,’’ ucapnya. *** (fin/c1)

Ketika sebagian besar warga berlibur bersama keluarga, ada orang-orang yang tetap bekerja. Salah satunya, Eko Hadi Prasetyo. Sejak jauh hari, kepala Terminal Seloaji itu dilarang cuti selama libur Natal dan tahun baru (Nataru). Terminal ibarat rumah kedua bagi PNS Kemenhub ini.

====================

MIZAN AHSANI, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

EKO bersiaga di titik penghentian pertama bus Terminal Seloaji. Dia menaiki satu per satu bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang datang. Setelah dianggapnya memenuhi kelayakan, barulah dia turun mempersilakan bus melaju di titik penjemputan penumpang. ‘’Untuk bus-bus AKAP, ramp check harus dilakukan secara menyeluruh karena jarak tempuhnya sampai belasan jam,’’ kata Eko Rabu (1/1).

Saban hari di masa Nataru ini, jam kerja Eko tidak lagi berpatok arloji. Mulai pagi hingga larut malam. Tak jarang dia baru bisa menanggalkan seragam kedinasan selewat pukul 01.00 dini hari. ‘’Memang keharusan bagi saya untuk berada di terminal,’’ ujarnya.

Sebagai kepala terminal, ada beberapa tugasnya yang tak bisa dipasrahkan anak buah. Urusan teknis sekalipun tetap memerlukan kewenangannya dalam mengawasi. Bus AKAP dicek setiap pagi dan sore, sesuai jam keberangkatan. Sementara bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dicek setiap saat lantaran terus berlalu-lalang dari pagi sampai malam. ‘’Pernah ada satu bus dari Jepara yang tiga kali berturut melanggar. Tidak ada buku kir dan surat-surat lain. Selalu kami tunda keberangkatannya,’’ tutur Eko. Maklum, tak sedikit bus yang kedapatan nakal. ‘’AKDP tidak terlalu rentan. Tapi AKAP ini yang harus intensif,’’ imbuh pria asal Wayang, Pulung, tersebut.

Baca Juga :  Kasus Aktif Covid-19 Ponorogo Terjun Bebas

Kehadiran Eko dibutuhkan ketika ramp check lantaran dia yang berwenang meneken berita acara pemeriksaan (BAP) untuk bus-bus nakal. Sesuai lisensi penyidik PNS (PPNS) yang dikantongi. Eko memang mendapat tugas khusus kala ditugaskan memimpin Terminal Seloaji sejak Juni lalu. ‘’Sebelumnya tidak ada PPNS di Terminal Seloaji. Padahal, pelanggaran trayeknya sangat luar biasa banyaknya. Dari seluruh bus AKAP, hampir 90 persen melanggar trayek. Itu PR saya dari kementerian,’’ ungkapnya.

Karena keharusan itu, Eko berusaha menikmati setiap detik waktu berdinas di terminal. Sudah menjadi rumah kedua, makan hingga istirahat pun di dalam kantornya. Baru ketika tugasnya sedikit longgar, Eko menyempatkan pulang menengok rumah sejenak. Setelah itu kembali lagi ke terminal. Rutinitas itu tidak membuatnya bosan. ‘’Sejak awal saya berusaha fokus dalam meniti karir di perhubungan. Mulai dari Pekanbaru, Surabaya, lalu pulang kembali ke Ponorogo. Terpenting pelayanan lancar untuk masyarakat,’’ ucapnya. *** (fin/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/