alexametrics
28.3 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Lama Mangkrak, DPRD Ponorogo Soroti Nasib Rumah Potong Hewan Ruminansia

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Ponorogo di Jetis terkatung-katung. Sejak dibangun sembilan tahun silam, RPH-R tak kunjung difungsikan. Padahal pembangunan RPH-R mangkrak di atas lahan 7 ribu meter persegi itu telah menghabiskan Rp 8,7 miliar.

Ketua DPRD Ponorogo Sunarto kesal bukan kepalang. Dia mendorong pemkab sat set wet wet mengoperasionalkan RPH-R tersebut. ‘’RPH yang sudah dibangun dengan anggaran besar bisa difungsikan sebagaimana mestinya,’’ desak Sunarto, Rabu (2/3).

RPH-R dibangun bertahap. Dimulai pada 2013 di era bupati ke-25 Amin dengan anggaran Rp 2,45 miliar. Tahun berikutnya digelontor Rp 181 juta. Setelah itu sempat terhenti dua tahun. Pembangunan dilanjutkan dengan dana alokasi khusus (DAK) 2016 sebesar Rp 2,53 miliar di era bupati ke-26 Ipong Muchlissoni. Setahun berikutnya, RPH-R kembali digelontor Rp 367,97 juta dari APBD. Kemudian, 2019 digelontor kembali Rp 1,16 miliar dari APBD dan Rp 481,1 juta dari DAK. ‘’Sampai sekarang nyaris belum berfungsi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Proyek Pelabuhan Gelon, Pemkab Pacitan Terus-terusan Lobi Pusat

Pantauan di lokasi, dua pagar masuk area RPH-R di Jalan Gajah Mada, Jetis, itu terkunci rapat. Rumput ilalang tumbuh rimbun di muka RPH-R yang gandeng pagar dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jetis. Tak tampak seorang pun yang berjaga di sekitar lokasi.

Masih soal perhewanan, politisi Nasdem itu juga turut menyoroti kumuhnya Pasar Hewan Jetis. Sepengamatannya, transaksi jual beli hewan saat hari pasaran crowded dengan arus lalu lintas di sekitarnya. ‘’Segera lakukan langkah nyata demi mendongkrak peningkatan PAD,’’ tegasnya. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Ponorogo di Jetis terkatung-katung. Sejak dibangun sembilan tahun silam, RPH-R tak kunjung difungsikan. Padahal pembangunan RPH-R mangkrak di atas lahan 7 ribu meter persegi itu telah menghabiskan Rp 8,7 miliar.

Ketua DPRD Ponorogo Sunarto kesal bukan kepalang. Dia mendorong pemkab sat set wet wet mengoperasionalkan RPH-R tersebut. ‘’RPH yang sudah dibangun dengan anggaran besar bisa difungsikan sebagaimana mestinya,’’ desak Sunarto, Rabu (2/3).

RPH-R dibangun bertahap. Dimulai pada 2013 di era bupati ke-25 Amin dengan anggaran Rp 2,45 miliar. Tahun berikutnya digelontor Rp 181 juta. Setelah itu sempat terhenti dua tahun. Pembangunan dilanjutkan dengan dana alokasi khusus (DAK) 2016 sebesar Rp 2,53 miliar di era bupati ke-26 Ipong Muchlissoni. Setahun berikutnya, RPH-R kembali digelontor Rp 367,97 juta dari APBD. Kemudian, 2019 digelontor kembali Rp 1,16 miliar dari APBD dan Rp 481,1 juta dari DAK. ‘’Sampai sekarang nyaris belum berfungsi,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  PJU Mati, Laporkan, Diganti

Pantauan di lokasi, dua pagar masuk area RPH-R di Jalan Gajah Mada, Jetis, itu terkunci rapat. Rumput ilalang tumbuh rimbun di muka RPH-R yang gandeng pagar dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jetis. Tak tampak seorang pun yang berjaga di sekitar lokasi.

Masih soal perhewanan, politisi Nasdem itu juga turut menyoroti kumuhnya Pasar Hewan Jetis. Sepengamatannya, transaksi jual beli hewan saat hari pasaran crowded dengan arus lalu lintas di sekitarnya. ‘’Segera lakukan langkah nyata demi mendongkrak peningkatan PAD,’’ tegasnya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/