alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Jabung-Demangan Banjir, Puluhan Rumah Terendam

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan ekstrem yang mengguyur Selasa malam (31/5) membuat beberapa wilayah di kabupaten ini kebanjiran. Terparah di Desa Jabung (Mlarak) dan Demangan (Siman).

Sungai Gendol cabang dari Kali Keyang yang bermuara ke Bengawan Solo di Madiun itu meluap. Banjir juga melumpuhkan akses Jabung-Jetis. Demi keselamatan pengendara, jalur alternatif menuju Trenggalek itu ditutup total. ‘’Debit air cukup besar, terpaksa kami menutup akses jalan setempat,’’ kata Kalaksa BPBD Ponorogo Jamus Kunto.

Kendaraan dari utara menuju Trenggalek dialihkan ke timur melewati rute Mlarak. Tujuan ke selatan dialihkan ke barat melalui jalur Ngabar. Pengendara dari arah Siman diarahkan mencari jalur alternatif yang aman. ‘’Kali Keyang yang belum ditanggul itu tergerus luapan air. Sedimentasi menumpuk mengakibatkan air meluap sampai Poncowolo,’’ urainya.

Baca Juga :  19 Ekor Sapi di Ponorogo Terjangkit PMK

Banjir terjadi sejak pukul 01.00, Rabu (1/6). Titik awal menggenangi sebagian wilayah di Desa Kemuning, Sambit. Lalu bergeser ke Desa Ngrukem, Mlarak. Warga memilih bertahan kendati air masuk ke rumah. ‘’Ketinggian air berkisar 30-50 sentimeter,’’ ujarnya.

Banjir merendam tak kurang dari 32 rumah. Perinciannya 16 rumah di Desa Ngrukem, 6 rumah diKemuning, dan 10 rumah di Jalan Poncowolo. BPBD menerjunkan 25 petugas di titik-titik rawan. ‘’Kami juga siagakan perahu karet untuk mengantisipasi jika debit air terus meningkat,’’ terangnya. (kid/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan ekstrem yang mengguyur Selasa malam (31/5) membuat beberapa wilayah di kabupaten ini kebanjiran. Terparah di Desa Jabung (Mlarak) dan Demangan (Siman).

Sungai Gendol cabang dari Kali Keyang yang bermuara ke Bengawan Solo di Madiun itu meluap. Banjir juga melumpuhkan akses Jabung-Jetis. Demi keselamatan pengendara, jalur alternatif menuju Trenggalek itu ditutup total. ‘’Debit air cukup besar, terpaksa kami menutup akses jalan setempat,’’ kata Kalaksa BPBD Ponorogo Jamus Kunto.

Kendaraan dari utara menuju Trenggalek dialihkan ke timur melewati rute Mlarak. Tujuan ke selatan dialihkan ke barat melalui jalur Ngabar. Pengendara dari arah Siman diarahkan mencari jalur alternatif yang aman. ‘’Kali Keyang yang belum ditanggul itu tergerus luapan air. Sedimentasi menumpuk mengakibatkan air meluap sampai Poncowolo,’’ urainya.

Baca Juga :  Produksi Kue dan Jajanan Semakin Beragam, Sepi-Ramai Orderan Disyukuri Saja

Banjir terjadi sejak pukul 01.00, Rabu (1/6). Titik awal menggenangi sebagian wilayah di Desa Kemuning, Sambit. Lalu bergeser ke Desa Ngrukem, Mlarak. Warga memilih bertahan kendati air masuk ke rumah. ‘’Ketinggian air berkisar 30-50 sentimeter,’’ ujarnya.

Banjir merendam tak kurang dari 32 rumah. Perinciannya 16 rumah di Desa Ngrukem, 6 rumah diKemuning, dan 10 rumah di Jalan Poncowolo. BPBD menerjunkan 25 petugas di titik-titik rawan. ‘’Kami juga siagakan perahu karet untuk mengantisipasi jika debit air terus meningkat,’’ terangnya. (kid/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/