alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Dinkes Ponorogo Tunggu Data Kemenkes Penerima Insentif Dobel

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai buka kartu soal tenaga kesehatan (nakes) penerima insentif dobel. Mereka adalah dokter internship (magang) dan dokter peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Tanpa kecuali yang pernah bertugas di RSUD Harjono, RSU Aisyiyah, Puskesmas Nailan, dan Puskesmas Jenangan. ‘’Sejak tahun lalu mereka berhak mendapat insentif penanganan Covid-19,’’ kata Nurhayati, Kasi Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Selasa (2/11).

Persoalan lain muncul lantaran para penerima penghasilan tambahan itu sekarang tidak lagi bertugas di fasilitas kesehatan semula. Masa tugas dokter internship dan PPDS hanya selama sembilan bulan. ‘’Kalau tidak konfirmasi ke dokternya langsung bakal susah. Kami masih menunggu by name dari pusat,’’ terang Nur.

Menurut dia, dokter magang dan PPDS berhak mendapatkan insentif penanganan pasien Covid-19. Mereka juga berbekal surat tugas, surat keterangan, daftar pasien yang ditangani, serta surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT). Sederet persyaratan itu lebih dulu diverifikasi Dinkes Ponorogo.

Baca Juga :  Pemberangkatan Umrah Di-Handle Kemenag dan Kemenkes

Setelah itu, diajukan ke Kemenkes dan diaudit BPK. Ada pagu minimal yakni seorang nakes merawat empat pasien Covid-19 yang berhak atas penghasilan tambahan itu. ‘’Setelah verifikasi di pusat, kami tidak bisa kawal lagi. Insentif langsung dikirimkan ke rekening nakes bersangkutan,’’ ungkapnya.

Dinkes Ponorogo sudah mengajukan 1.769 nakes yang berhak mendapat insentif penanganan pasien Covid-19. Namun, ribuan nakes itu belum tentu mendapat insentif setiap bulan. Sebab, harus melihat dari tren lonjakan kasus. Yakni, empat pasien berbanding seorang nakes yang merawat.

Seperti diberitakan, Kemenkes keliru mentransfer dobel insentif penanganan Covid-19 ke para nakes. Dilansir dari Jawa Pos, setidaknya 8.961 nakes dari 31 provinsi telanjur menerima penghasilan tambahan itu. Di Ponorogo, ada empat fasilitas kesehatan (faskes) yang ikut disebut. Yakni, RSUD dr Harjono, RSU Aisyiyah, Puskesmas Nailan, dan Puskesmas Jenangan. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai buka kartu soal tenaga kesehatan (nakes) penerima insentif dobel. Mereka adalah dokter internship (magang) dan dokter peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Tanpa kecuali yang pernah bertugas di RSUD Harjono, RSU Aisyiyah, Puskesmas Nailan, dan Puskesmas Jenangan. ‘’Sejak tahun lalu mereka berhak mendapat insentif penanganan Covid-19,’’ kata Nurhayati, Kasi Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Selasa (2/11).

Persoalan lain muncul lantaran para penerima penghasilan tambahan itu sekarang tidak lagi bertugas di fasilitas kesehatan semula. Masa tugas dokter internship dan PPDS hanya selama sembilan bulan. ‘’Kalau tidak konfirmasi ke dokternya langsung bakal susah. Kami masih menunggu by name dari pusat,’’ terang Nur.

Menurut dia, dokter magang dan PPDS berhak mendapatkan insentif penanganan pasien Covid-19. Mereka juga berbekal surat tugas, surat keterangan, daftar pasien yang ditangani, serta surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT). Sederet persyaratan itu lebih dulu diverifikasi Dinkes Ponorogo.

Baca Juga :  Petir Sambar Kepala Pembajak Sawah

Setelah itu, diajukan ke Kemenkes dan diaudit BPK. Ada pagu minimal yakni seorang nakes merawat empat pasien Covid-19 yang berhak atas penghasilan tambahan itu. ‘’Setelah verifikasi di pusat, kami tidak bisa kawal lagi. Insentif langsung dikirimkan ke rekening nakes bersangkutan,’’ ungkapnya.

Dinkes Ponorogo sudah mengajukan 1.769 nakes yang berhak mendapat insentif penanganan pasien Covid-19. Namun, ribuan nakes itu belum tentu mendapat insentif setiap bulan. Sebab, harus melihat dari tren lonjakan kasus. Yakni, empat pasien berbanding seorang nakes yang merawat.

Seperti diberitakan, Kemenkes keliru mentransfer dobel insentif penanganan Covid-19 ke para nakes. Dilansir dari Jawa Pos, setidaknya 8.961 nakes dari 31 provinsi telanjur menerima penghasilan tambahan itu. Di Ponorogo, ada empat fasilitas kesehatan (faskes) yang ikut disebut. Yakni, RSUD dr Harjono, RSU Aisyiyah, Puskesmas Nailan, dan Puskesmas Jenangan. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/