alexametrics
24.6 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Panselda CPNS Anulir Status 7 Peserta TMS

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tujuh peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil  (CPNS) Pemkab Ponorogo bisa bernapas lega. Sebelumnya mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Namun, setelah mengajukan sanggahan ke panitia seleksi daerah (panselda), dianulir jadi memenuhi syarat (MS). ‘’Hanya tujuh yang sanggahannya diterima,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Winarko Arief Kamis (2/1).

Panselda membuka masa sanggah atas hasil seleksi administrasi. Mulai 16 Desember hingga 19 Desember lalu. Dari total 1.416 peserta TMS, 475 di antaranya mengajukan sanggahan. ‘’Ratusan lainnya ditolak karena verifikasi terhadap persyaratan pelamar sudah dilakukan dengan benar,’’ ujarnya.

Ketujuh peserta TMS yang MS sebagian besar menyanggah latar pendidikan mereka. Di beberapa formasi mencantumkan nama berbeda kendati sebenarnya pendidikan yang ditempuh para pelamar sama. ‘’Karena masing-masing perguruan tinggi biasanya memberi nama berbeda pada program studi atau jurusan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Sepuluh Proyek DAK Gagal, Mayoritas Karena Permasalahan Lelang

Ratusan peserta lainnya yang juga menyanggah rata-rata pelanggarannya terbilang fatal. Sehingga, tetap TMS. Misalnya, tidak mengunggah ijazah, transkrip nilai, atau berkas lainnya. Ada pula ukuran file-nya terlampau kecil. Sehingga, tidak terbaca. ‘’Kalau tidak menyanggah dan ditolak, berarti terima dengan keputusan tersebut,’’ tuturnya.

Bagi peserta MS masih akan mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) awal Februari mendatang. Seleksi CPNS Pacitan dan Kabupaten Madiun rencananya akan digabung dengan Ponorogo. Pemkab berencana menyewa gedung milik Universitas Muhammadiyah Ponorogo untuk lokasi SKD. Akan ada ribuan peserta dari tiga daerah yang bergiliran mengikutinya. (naz/c1/sat)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tujuh peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil  (CPNS) Pemkab Ponorogo bisa bernapas lega. Sebelumnya mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Namun, setelah mengajukan sanggahan ke panitia seleksi daerah (panselda), dianulir jadi memenuhi syarat (MS). ‘’Hanya tujuh yang sanggahannya diterima,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Winarko Arief Kamis (2/1).

Panselda membuka masa sanggah atas hasil seleksi administrasi. Mulai 16 Desember hingga 19 Desember lalu. Dari total 1.416 peserta TMS, 475 di antaranya mengajukan sanggahan. ‘’Ratusan lainnya ditolak karena verifikasi terhadap persyaratan pelamar sudah dilakukan dengan benar,’’ ujarnya.

Ketujuh peserta TMS yang MS sebagian besar menyanggah latar pendidikan mereka. Di beberapa formasi mencantumkan nama berbeda kendati sebenarnya pendidikan yang ditempuh para pelamar sama. ‘’Karena masing-masing perguruan tinggi biasanya memberi nama berbeda pada program studi atau jurusan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pelajar Hilang Nyawa Tumbur Truk dari Belakang

Ratusan peserta lainnya yang juga menyanggah rata-rata pelanggarannya terbilang fatal. Sehingga, tetap TMS. Misalnya, tidak mengunggah ijazah, transkrip nilai, atau berkas lainnya. Ada pula ukuran file-nya terlampau kecil. Sehingga, tidak terbaca. ‘’Kalau tidak menyanggah dan ditolak, berarti terima dengan keputusan tersebut,’’ tuturnya.

Bagi peserta MS masih akan mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) awal Februari mendatang. Seleksi CPNS Pacitan dan Kabupaten Madiun rencananya akan digabung dengan Ponorogo. Pemkab berencana menyewa gedung milik Universitas Muhammadiyah Ponorogo untuk lokasi SKD. Akan ada ribuan peserta dari tiga daerah yang bergiliran mengikutinya. (naz/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/