alexametrics
25.2 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Pemkab Ponorogo Pakai Duit Utang-utangan Perbaiki 51 Ruas Jalan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Anggaran tersedia dan nominalnya sudah pasti Rp 155 miliar. Pemkab Ponorogo tinggal melengkapi dokumen untuk mencairkan pinjaman dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) itu. Pun, 51 ruas jalan yang pembangunannya hendak dibiayai duit utangan tersebut sudah terdata. ‘’Kami sudah bisa mencairkan, tapi ada dokumen yang belum lengkap,’’ kata Winarko Arief Tjahjono, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ponorogo, Senin (3/1).

Menurut dia, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ponorogo sudah mendata puluhan ruas jalan rusak yang butuh perbaikan itu. Salah satu dokumen yang menjadi syarat utama pembangunan adalah pengelolaan lingkungan. Pihaknya juga harus menyiapkan dokumen upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL). ‘’Pakai AMDAL

(analisis mengenai dampak lingkungan, Red),’’ jelas Win –sapaan Winarko Arief Tjahjono.
Dia ikut menyebut bahwa dana PEN masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ponorogo 2022. Lumrahnya dana pembiayaan, pola pencairannya menganut pola tiga termin. Namun, Win tidak berani memastikan apakah termin pertama turun di awal tahun ini. Kendati begitu, sebagian pembangunan infrastruktur jalan tetap didanai APBD induk. ‘’Kalau untuk pemanfaatan dana PEN, kami sudah susun kerangka acuan kerja (KAK),’’ terangnya.

Baca Juga :  Kepala Kemenag Ponorogo Ini Dulunya Mantan Santri Ponpes Durisawo

Pada pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK) 2021, Pemkab Ponorogo sempat kesulitan menggali sumber dana untuk pembangunan jalan. Sebab, sebagian dana APBD induk tersedot untuk penanganan pandemi Covid-19. Pinjaman dana PEN menjadi solusi. Total itang yang diajukan Rp 155 miliar dengan tenor 5 tahun dan beban bunga 5,6 persen per tahun. (mg7/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Anggaran tersedia dan nominalnya sudah pasti Rp 155 miliar. Pemkab Ponorogo tinggal melengkapi dokumen untuk mencairkan pinjaman dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) itu. Pun, 51 ruas jalan yang pembangunannya hendak dibiayai duit utangan tersebut sudah terdata. ‘’Kami sudah bisa mencairkan, tapi ada dokumen yang belum lengkap,’’ kata Winarko Arief Tjahjono, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ponorogo, Senin (3/1).

Menurut dia, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ponorogo sudah mendata puluhan ruas jalan rusak yang butuh perbaikan itu. Salah satu dokumen yang menjadi syarat utama pembangunan adalah pengelolaan lingkungan. Pihaknya juga harus menyiapkan dokumen upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL). ‘’Pakai AMDAL

(analisis mengenai dampak lingkungan, Red),’’ jelas Win –sapaan Winarko Arief Tjahjono.
Dia ikut menyebut bahwa dana PEN masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ponorogo 2022. Lumrahnya dana pembiayaan, pola pencairannya menganut pola tiga termin. Namun, Win tidak berani memastikan apakah termin pertama turun di awal tahun ini. Kendati begitu, sebagian pembangunan infrastruktur jalan tetap didanai APBD induk. ‘’Kalau untuk pemanfaatan dana PEN, kami sudah susun kerangka acuan kerja (KAK),’’ terangnya.

Baca Juga :  Curiga Eksodus Kota, Dispendukcapil Indikasikan Berkaitan PPDB

Pada pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK) 2021, Pemkab Ponorogo sempat kesulitan menggali sumber dana untuk pembangunan jalan. Sebab, sebagian dana APBD induk tersedot untuk penanganan pandemi Covid-19. Pinjaman dana PEN menjadi solusi. Total itang yang diajukan Rp 155 miliar dengan tenor 5 tahun dan beban bunga 5,6 persen per tahun. (mg7/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/