alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

ASN Kemenag Haram Bukber dan Open House Lebaran

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pejabat maupun aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Kemenag haram menghadiri acara buka bersama (bukber) maupun sahur bersama. Juga dilarang keras menggelar open house saat Lebaran.

Ketentuan itu diatur Surat Edaran (SE) Nomor SE.8/2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah selama Ramadan dan Idul Fitri. SE yang diterbitkan Kemenag pada 29 Maret itu juga menghapus kewajiban jaga jarak di tempat ibadah. Namun, wajib menjalankan protokol kesehatan (prokes). ‘’Bagi yang merasa sakit dianjurkan ibadah di rumah,’’ kata Kepala Kemenag Ponorogo M. Nurul Huda, Minggu (3/4).

Pelaksanaan ibadah menyesuaikan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di masing-masing daerah. Pengurus masjid dianjurkan menyiapkan hand sanitizer maupun masker. ‘’Pengurus atau takmir menunjuk petugas untuk sosialisasi prokes. Jadi, harus ada edukasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam Meroket

Mubalig dianjurkan memperkuat nilai keimanan, ketakwaan, persatuan dan kesatuan, serta kerukunan melalui dakwah yang bijak dan santun. Pun tidak mempertentangkan khilafiyah (perbedaan pendapat). Aturan penggunaan pengeras suara disesuaikan SE Menag Nomor SE.05/2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di masjid atau lapangan dengan memperhatikan prokes.

Adapun larangan berbuka maupun sahur bersama bagi ASN di bawah naungan Kemen PAN-RB masih menantikan aturan resmi. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Andi Susetyo mengungkapkan bahwa sejauh ini belum menerima regulasi resmi terkait aturan tersebut. ‘’Kami siap menindaklanjuti jika edaran tertulis itu sudah diterima,’’ kata Andi secara terpisah. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pejabat maupun aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Kemenag haram menghadiri acara buka bersama (bukber) maupun sahur bersama. Juga dilarang keras menggelar open house saat Lebaran.

Ketentuan itu diatur Surat Edaran (SE) Nomor SE.8/2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah selama Ramadan dan Idul Fitri. SE yang diterbitkan Kemenag pada 29 Maret itu juga menghapus kewajiban jaga jarak di tempat ibadah. Namun, wajib menjalankan protokol kesehatan (prokes). ‘’Bagi yang merasa sakit dianjurkan ibadah di rumah,’’ kata Kepala Kemenag Ponorogo M. Nurul Huda, Minggu (3/4).

Pelaksanaan ibadah menyesuaikan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di masing-masing daerah. Pengurus masjid dianjurkan menyiapkan hand sanitizer maupun masker. ‘’Pengurus atau takmir menunjuk petugas untuk sosialisasi prokes. Jadi, harus ada edukasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  THM Dirazia, Satpol PP Kota Madiun Minta Tak Buka Saat Ramadan

Mubalig dianjurkan memperkuat nilai keimanan, ketakwaan, persatuan dan kesatuan, serta kerukunan melalui dakwah yang bijak dan santun. Pun tidak mempertentangkan khilafiyah (perbedaan pendapat). Aturan penggunaan pengeras suara disesuaikan SE Menag Nomor SE.05/2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di masjid atau lapangan dengan memperhatikan prokes.

Adapun larangan berbuka maupun sahur bersama bagi ASN di bawah naungan Kemen PAN-RB masih menantikan aturan resmi. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Andi Susetyo mengungkapkan bahwa sejauh ini belum menerima regulasi resmi terkait aturan tersebut. ‘’Kami siap menindaklanjuti jika edaran tertulis itu sudah diterima,’’ kata Andi secara terpisah. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/