alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Anak Bengawan Solo Perlu Dinormalisasi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Biang banjir segera tersolusikan. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo turun gunung hari ini (3/6). Guna mengidentifikasi titik penyebab banjir pasca diguyur hujan ekstrem dua hari lalu.

Kepala DPUPKP Ponorogo Henry Indrawardana mengatakan, ada beberapa titik yang perlu mendapat penanganan mendesak. Paling parah di tanggul Kali Keyang menuju Paju. Infrastruktur penahan luapan sungai itu masih berupa tanah. ‘’Air tidak belok ke barat, tapi meluber ke utara hingga menggenangi permukiman di Jalan Poncowolo,’’ katanya.

Titik itu, tegas Henry, mendesak ditangani. Agar warga di Kelurahan Patihan dan Pakunden tak selalu dihantui banjir tahunan. ‘’Pascabanjir, kami langsung sampaikan ke BBWS,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Ponorogo Jadikan 5 Kecamatan Prioritas Sasaran Vaksinasi Lansia

BBWS bersama dinas terkait diagendakan meninjau lokasi hari ini. Pemetaan awal, titik rawan itu perlu dibangun tanggul. Minimal dibronjong. Sehingga air dari selatan dapat mengalir dengan lancar ke barat. ‘’Mudah-mudahan tidak lagi meluber ke utara,’’ harapnya.

Henry berpendapat, kadar sedimentasi di titik lokasi terkait perlu diidentifikasi. Sedimentasi yang terlalu menumpuk sangat mengurangi daya tampung sungai. Perlu normalisasi agar aliran sungai lancar kembali. Adapun titik rawan banjir lainnya juga telah dilaporkan. Di antaranya, Morosari, tanggul jebol Kali Sono di Sambit, Grogol, dan Ngasinan. Seluruhnya menjadi kewenangan BBWS Bengawan Solo. ‘’Sudah disurvei BBWS dan segera ada tindak lanjut,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Biang banjir segera tersolusikan. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo turun gunung hari ini (3/6). Guna mengidentifikasi titik penyebab banjir pasca diguyur hujan ekstrem dua hari lalu.

Kepala DPUPKP Ponorogo Henry Indrawardana mengatakan, ada beberapa titik yang perlu mendapat penanganan mendesak. Paling parah di tanggul Kali Keyang menuju Paju. Infrastruktur penahan luapan sungai itu masih berupa tanah. ‘’Air tidak belok ke barat, tapi meluber ke utara hingga menggenangi permukiman di Jalan Poncowolo,’’ katanya.

Titik itu, tegas Henry, mendesak ditangani. Agar warga di Kelurahan Patihan dan Pakunden tak selalu dihantui banjir tahunan. ‘’Pascabanjir, kami langsung sampaikan ke BBWS,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kacau Balau Data PMK, Belasan Sapi di Ponorogo Mati dalam Sehari

BBWS bersama dinas terkait diagendakan meninjau lokasi hari ini. Pemetaan awal, titik rawan itu perlu dibangun tanggul. Minimal dibronjong. Sehingga air dari selatan dapat mengalir dengan lancar ke barat. ‘’Mudah-mudahan tidak lagi meluber ke utara,’’ harapnya.

Henry berpendapat, kadar sedimentasi di titik lokasi terkait perlu diidentifikasi. Sedimentasi yang terlalu menumpuk sangat mengurangi daya tampung sungai. Perlu normalisasi agar aliran sungai lancar kembali. Adapun titik rawan banjir lainnya juga telah dilaporkan. Di antaranya, Morosari, tanggul jebol Kali Sono di Sambit, Grogol, dan Ngasinan. Seluruhnya menjadi kewenangan BBWS Bengawan Solo. ‘’Sudah disurvei BBWS dan segera ada tindak lanjut,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/