alexametrics
24.8 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Alami Sesak Napas, Bayi Kembar Tiga di Ponorogo Dirujuk

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pasangan Syahrul Muni dan Mila Restiani sungguh beruntung. Warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo itu dikaruniai tiga bayi kembar sekaligus. Hanya saja, kondisi kesehatan ketiga bayi yang lahir pada Minggu (28/11) lalu itu sempat mengalami sesak.

Sehingga, harus dirujuk dari sebelumnya dirawat di RS Darmayu dibawa ke RSUD dr Harjono. ‘’Perkembangan (paru-paru) bayi belum sempurna. Sehingga, perlu di-support alat,’’ kata dokter spesialis anak RSUD dr Harjono, dr Kautsar Prastudia SpA, Jumat (3/12).
Dia mengungkapkan alat bantu pernapasan yang dimaksud sebetulnya ada di RS Darmayu. Namun, jumlahnya terbatas. ‘’Selama dirawat di RS Darmayu, saya tetap yang menangani dan memantau,’’ ungkpanya.

Dr Kautsar berharap bayi kembar dua perempuan dan satu laki-laki itu bisa secepatnya beradaptasi dengan tanpa alat bantu pernapasan. ‘’Konidisinya saat ini stabil. Jadi, nanti diturunkan perlahan jumlah oksigen, tekanannya, seperti disapih. Sampai terbiasa tanpa alat bantu,’’ terangnya.

Baca Juga :  Bupati Ipong Berencana Gelar Pengajian Keliling

Kebutuhan nutrisi bayi, lanjutnya, di-support infus. Karena untuk minum ASI secara langsung maupun memakai alat bantu dinilai belum memungkinkan. ‘’Saluran cerna belum optimal. Kalau minum langsung belum bisa. Support nutrisi dari cairan infus,’’ ujar dr Kautsar.

Seperti diketahui ketiga bayi kembar itu merupakan anak pasangan Syahrul-Mila. Saat lahir, bobot ketiganya masing-masing 1,1 kilogram untuk dua bayi perempuan dan 1,3 kilogram bayi laki-laki. Bayi-bayi tersebut lahir saat usia kandungan Mila baru 7 bulan. (her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pasangan Syahrul Muni dan Mila Restiani sungguh beruntung. Warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo itu dikaruniai tiga bayi kembar sekaligus. Hanya saja, kondisi kesehatan ketiga bayi yang lahir pada Minggu (28/11) lalu itu sempat mengalami sesak.

Sehingga, harus dirujuk dari sebelumnya dirawat di RS Darmayu dibawa ke RSUD dr Harjono. ‘’Perkembangan (paru-paru) bayi belum sempurna. Sehingga, perlu di-support alat,’’ kata dokter spesialis anak RSUD dr Harjono, dr Kautsar Prastudia SpA, Jumat (3/12).
Dia mengungkapkan alat bantu pernapasan yang dimaksud sebetulnya ada di RS Darmayu. Namun, jumlahnya terbatas. ‘’Selama dirawat di RS Darmayu, saya tetap yang menangani dan memantau,’’ ungkpanya.

Dr Kautsar berharap bayi kembar dua perempuan dan satu laki-laki itu bisa secepatnya beradaptasi dengan tanpa alat bantu pernapasan. ‘’Konidisinya saat ini stabil. Jadi, nanti diturunkan perlahan jumlah oksigen, tekanannya, seperti disapih. Sampai terbiasa tanpa alat bantu,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pecah Rekor Harga Telur, Tembus Rp 28 Ribu Per Kilo

Kebutuhan nutrisi bayi, lanjutnya, di-support infus. Karena untuk minum ASI secara langsung maupun memakai alat bantu dinilai belum memungkinkan. ‘’Saluran cerna belum optimal. Kalau minum langsung belum bisa. Support nutrisi dari cairan infus,’’ ujar dr Kautsar.

Seperti diketahui ketiga bayi kembar itu merupakan anak pasangan Syahrul-Mila. Saat lahir, bobot ketiganya masing-masing 1,1 kilogram untuk dua bayi perempuan dan 1,3 kilogram bayi laki-laki. Bayi-bayi tersebut lahir saat usia kandungan Mila baru 7 bulan. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/