alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

54 Pedagang Sesaki Pedestrian Jalan HOS Tjokroaminoto Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Milik siapa pedestrian di sepanjang Jalan HOS Tjokroaminoto? Permukaan trotoar yang rampung menjalani face-off hingga lebih lebar itu mestinya untuk jalur pejalan kaki. Namun, juga tercatat ada 54 pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini ikut menghuninya. Bahkan, muncul sejumlah pedagang baru yang ingin ikut mengais rezeki di kawasan itu.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko berharap kawasan HOS tidak kelewat sesak dipenuhi pedagang. Sebab, pedestrian sejatinya berfungsi untuk memfasilitasi pergerakan pejalan kaki dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah, lancar, aman, nyaman, dan mandiri. Kendati dia juga tidak memungkiri fungsi pedestrian sebagai tempat beraktivitas manusia seperti jual beli dan media interaksi sosial. ‘’Saya berharap dua kepentingan itu berjalan seimbang,’’ kata Sugiri, Selasa (4/1).

Baca Juga :  Bupati Sugiri Bakal Pindah PKL Jalan HOS Tjokroaminoto ke Pasar Legi Selatan?

Dia juga berharap tidak ada lagi penambahan jumlah PKL selain yang sudah memiliki izin usaha dari dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdagkum). Bupati mengakui belum kuasa menata pedagang di kawasan HOS secara khusus. Sebab, belum tersedia kantong kuliner yang dapat menampung mereka. ‘’Saya juga tidak bisa melarang warga berjualan. Kasihan juga pejalan kaki yang ingin menikmati kawasan HOS kalau terganggu dengan keberadaan pedagang,’’ ujarnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Milik siapa pedestrian di sepanjang Jalan HOS Tjokroaminoto? Permukaan trotoar yang rampung menjalani face-off hingga lebih lebar itu mestinya untuk jalur pejalan kaki. Namun, juga tercatat ada 54 pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini ikut menghuninya. Bahkan, muncul sejumlah pedagang baru yang ingin ikut mengais rezeki di kawasan itu.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko berharap kawasan HOS tidak kelewat sesak dipenuhi pedagang. Sebab, pedestrian sejatinya berfungsi untuk memfasilitasi pergerakan pejalan kaki dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah, lancar, aman, nyaman, dan mandiri. Kendati dia juga tidak memungkiri fungsi pedestrian sebagai tempat beraktivitas manusia seperti jual beli dan media interaksi sosial. ‘’Saya berharap dua kepentingan itu berjalan seimbang,’’ kata Sugiri, Selasa (4/1).

Baca Juga :  Nyambi sebagai Penyiar Radio

Dia juga berharap tidak ada lagi penambahan jumlah PKL selain yang sudah memiliki izin usaha dari dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdagkum). Bupati mengakui belum kuasa menata pedagang di kawasan HOS secara khusus. Sebab, belum tersedia kantong kuliner yang dapat menampung mereka. ‘’Saya juga tidak bisa melarang warga berjualan. Kasihan juga pejalan kaki yang ingin menikmati kawasan HOS kalau terganggu dengan keberadaan pedagang,’’ ujarnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/