alexametrics
29.3 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Kafe Menyatu dengan Penerbitan Buku

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Dunia literasi semakin tumbuh di Ponorogo. Muncul kafe yang menyediakan beragam pilihan buku di bilangan Jalan Sulawesi. Tempat kongko sembari membaca itu berdiri bersamaan dengan perusahaan penerbitan buku. ‘’Kantor penerbit jadi satu gedung dengan kafe,’’ kata Lia Indra Andriana, si empunya tempat usaha, Selasa (4/1).

Berderet buku bersegel yang sengaja dipampang di sudut rak kafe. Ada sekitar 300 judul buku yang dapat dipilih pengunjung. Selain itu, tersedia meja khusus untuk meletakkan buku-buku pilihan. Ada buku bergenre self improvement (pengembangan diri) yang merupakan terjemahan karya penulis berkebangsaan Korea. ‘’Kebanyakan buku yang kami terbitkan terjemahan buku-buku dari Korea, Jepang, dan Taiwan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Demi Tujuan Politik, Tempuh Cara-Cara Irasional

Pilihan buku bersegel itu harus dibayar sebelum dibaca. Namun, Lia juga menyediakan buku khusus yang boleh dibaca pengunjung kafe secara gratis. Ada sekitar 250 judul buku diletakkan di rak perpustakaan pojok utara. Konsep kafe milik Lia memang sengaja memberikan kenyamanan bagi pengunjung pencinta literasi. Di teras kafe ada meja yang di atasnya tersedia mesin ketik jika pengunjung ingin menulis. ‘’Mereka bisa menulis apa saja sesuai perasaannya dengan nuansa klasik,’’ terangnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Dunia literasi semakin tumbuh di Ponorogo. Muncul kafe yang menyediakan beragam pilihan buku di bilangan Jalan Sulawesi. Tempat kongko sembari membaca itu berdiri bersamaan dengan perusahaan penerbitan buku. ‘’Kantor penerbit jadi satu gedung dengan kafe,’’ kata Lia Indra Andriana, si empunya tempat usaha, Selasa (4/1).

Berderet buku bersegel yang sengaja dipampang di sudut rak kafe. Ada sekitar 300 judul buku yang dapat dipilih pengunjung. Selain itu, tersedia meja khusus untuk meletakkan buku-buku pilihan. Ada buku bergenre self improvement (pengembangan diri) yang merupakan terjemahan karya penulis berkebangsaan Korea. ‘’Kebanyakan buku yang kami terbitkan terjemahan buku-buku dari Korea, Jepang, dan Taiwan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Sumur Warga Kesedot Sawah, Pemkab-DPRD Wacanakan Penertiban Sibel Pertanian

Pilihan buku bersegel itu harus dibayar sebelum dibaca. Namun, Lia juga menyediakan buku khusus yang boleh dibaca pengunjung kafe secara gratis. Ada sekitar 250 judul buku diletakkan di rak perpustakaan pojok utara. Konsep kafe milik Lia memang sengaja memberikan kenyamanan bagi pengunjung pencinta literasi. Di teras kafe ada meja yang di atasnya tersedia mesin ketik jika pengunjung ingin menulis. ‘’Mereka bisa menulis apa saja sesuai perasaannya dengan nuansa klasik,’’ terangnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/