alexametrics
23.7 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Pemkab Ponorogo Turunkan Tim Teliti Titik Perbaikan Jalan yang Didanai PEN

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) senilai Rp 155 miliar bakal dipakai membangun jalan yang rusak sepanjang 107 kilometer di Ponorogo. Jika dipukul rata, berarti pembangunan setiap kilometer jalan itu butuh nggaran Rp 1,45 miliar.

Namun, kalkulasi teknis tidak seperti itu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Henry Indrawardana menyebut, pihaknya bakal menghitung harga perkiraan sendiri (HPS) untuk 51 ruas jalan yang hendak dibangun dengan biaya dari dana PEN. Setiap item pekerjaan dilaksanakan lewat proses lelang. ‘’Kami akan membuat HPS untuk kebutuhan lelang,’’ kata Henry, Selasa (4/1).

Bahkan, pihaknya sengaja menurunkan tim yang melakukan penelitian di lapangan hingga memakan waktu dua sampai tiga minggu. Sebab, pemanfaatan dana PEN mensyaratkan adanya upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL) jika pembangunan infrastruktur jalan kurang dari lima kilometer. Jika proyek rehabilitasi jalan itu panjangnya lebih dari lima kilometer, maka harus ada analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). ‘’Penyusunan dokumen UKL-UPL atau amdal perlu waktu sekitar satu bulan,’’ jelas Henry.

Baca Juga :  Jelang Tes CPNS Berakhir, Bumil Alami Kontraksi

DPUPKP merasa perlu berkonsultasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur untuk penyusunan dokumen terkait pelestarian lingkungan itu. Masing-masing kegiatan pembangunan di 51 ruas jalan tersebut akan dimintakan rekomendasi ke Surabaya. Apakah hanya perlu lampiran dokumen UKL-UPL atau butuh amdal. ‘’Kami masih menunggu hasil rekomendasi,’’ terangnya.

Menurut Henry, pembangunan jalan harus sesuai dengan kerangka acuan kerja (KAK) yang sudah disetujui lewat memorandum of understanding (MoU). Puluhan titik pengerjaan jalan itu sudah mencakup seluruh kebutuhan kendati mayoritas berada di desa. Mengacu KAK, jalan yang mendapat prioritas adalah jalan menuju pariwisata, pemulihan ekonomi, jalan perintis, maupun jalan penghubung desa dengan kota. ‘’Contohnya jalan menuju kawasan pariwisata, Semanding-Ngebel,’’ ungkapnya.

Pembangunan 51 ruas jalan itu bakal kelar setahun ini. Kendati duit PEN harus dikembalikan dalam tenor lima tahun dengan bunga sebesar 5,6 persen per tahunnya. Dana tersebut sudah masuk APBD Ponorogo 2022. ‘’Kami sedang menyusun timeline (linimasa, Red) untuk pembangunan jalan itu,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) senilai Rp 155 miliar bakal dipakai membangun jalan yang rusak sepanjang 107 kilometer di Ponorogo. Jika dipukul rata, berarti pembangunan setiap kilometer jalan itu butuh nggaran Rp 1,45 miliar.

Namun, kalkulasi teknis tidak seperti itu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Henry Indrawardana menyebut, pihaknya bakal menghitung harga perkiraan sendiri (HPS) untuk 51 ruas jalan yang hendak dibangun dengan biaya dari dana PEN. Setiap item pekerjaan dilaksanakan lewat proses lelang. ‘’Kami akan membuat HPS untuk kebutuhan lelang,’’ kata Henry, Selasa (4/1).

Bahkan, pihaknya sengaja menurunkan tim yang melakukan penelitian di lapangan hingga memakan waktu dua sampai tiga minggu. Sebab, pemanfaatan dana PEN mensyaratkan adanya upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL) jika pembangunan infrastruktur jalan kurang dari lima kilometer. Jika proyek rehabilitasi jalan itu panjangnya lebih dari lima kilometer, maka harus ada analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). ‘’Penyusunan dokumen UKL-UPL atau amdal perlu waktu sekitar satu bulan,’’ jelas Henry.

Baca Juga :  Tanggul Jebol, Sawah 20 Hektare di Ponorogo Bak Kolam Renang

DPUPKP merasa perlu berkonsultasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur untuk penyusunan dokumen terkait pelestarian lingkungan itu. Masing-masing kegiatan pembangunan di 51 ruas jalan tersebut akan dimintakan rekomendasi ke Surabaya. Apakah hanya perlu lampiran dokumen UKL-UPL atau butuh amdal. ‘’Kami masih menunggu hasil rekomendasi,’’ terangnya.

Menurut Henry, pembangunan jalan harus sesuai dengan kerangka acuan kerja (KAK) yang sudah disetujui lewat memorandum of understanding (MoU). Puluhan titik pengerjaan jalan itu sudah mencakup seluruh kebutuhan kendati mayoritas berada di desa. Mengacu KAK, jalan yang mendapat prioritas adalah jalan menuju pariwisata, pemulihan ekonomi, jalan perintis, maupun jalan penghubung desa dengan kota. ‘’Contohnya jalan menuju kawasan pariwisata, Semanding-Ngebel,’’ ungkapnya.

Pembangunan 51 ruas jalan itu bakal kelar setahun ini. Kendati duit PEN harus dikembalikan dalam tenor lima tahun dengan bunga sebesar 5,6 persen per tahunnya. Dana tersebut sudah masuk APBD Ponorogo 2022. ‘’Kami sedang menyusun timeline (linimasa, Red) untuk pembangunan jalan itu,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/