alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Median Jalan HOS Tjokroaminoto, Ponorogo Rusak Ditabrak Livina

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Salah kaprah membangun median di jalan dengan arus lalu lintas tunggal? Senyatanya lima bangunan taman –dua di antaranya berhiaskan lampu merak– di Jalan HOS Tjokroaminoto, Ponorogo, malah kerap mengundang celaka.

Pengemudi Grand Livina nopol AE 1048 SW menabrak median jalan di depan SMPN 6 Ponorogo sekitar pukul 02.30 kemarin (3/2). Fungsi median jalan menurut Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) terbitan Kementerian Pekerjaan Umum adalah memisahkan arah arus lalu lintas yang berlawanan.

Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Ponorogo Ipda Bagus Sulistiono mengatakan, kerap datang keluhan dari masyarakat soal keberadaan empat median di sepanjang jalur jalan kawasan HOS. Sebab, bangunan taman itu cukup mengganggu pengendara maupun pengemudi yang lewat.

Pihaknya mencatat sudah kali keempat laka lantas terjadi akibat keberadaan median yang keliru posisi di jalan dengan satu arah arus lalu lintas tersebut. ‘’Tiga kali laka (kecelakaan) terjadi pada malam hari, sekali di waktu siang karena pengendara melawan arus ke utara,’’ jelas Bagus, Jumat (4/2).

Baca Juga :  Cinta Budaya, Anggota Heppiii Community Berpenadon saat Donor Darah

Dia menilai bangunan taman di dalam ruang jalan tipe satu arah rawan memicu kecelakaan. Pun, keberadaan median jalan itu kurang ideal ditempatkan di jalur kencang. Apalagi, minim rambu-rambu untuk membantu pengguna jalan mengetahui adanya median. ‘’Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait, data laka lantas di kawasan HOS akan menjadi bahan evaluasi,’’ ujarnya.

Pengemudi yang celaka menabrak median jalan itu adalah Dedi Septian, 28, warga Kelurahan Surodikraman. Dia melaju dengan kecepatan sekitar 50 km/jam. Beton pembatas median jalan hancur tertabrak moncong mobil. Dedi mengalami luka lecet di kedua tangan dan luka terbuka di kaki kanan. ‘’Termasuk laka tunggal,’’ terang Kanit kamsel. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Salah kaprah membangun median di jalan dengan arus lalu lintas tunggal? Senyatanya lima bangunan taman –dua di antaranya berhiaskan lampu merak– di Jalan HOS Tjokroaminoto, Ponorogo, malah kerap mengundang celaka.

Pengemudi Grand Livina nopol AE 1048 SW menabrak median jalan di depan SMPN 6 Ponorogo sekitar pukul 02.30 kemarin (3/2). Fungsi median jalan menurut Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) terbitan Kementerian Pekerjaan Umum adalah memisahkan arah arus lalu lintas yang berlawanan.

Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Ponorogo Ipda Bagus Sulistiono mengatakan, kerap datang keluhan dari masyarakat soal keberadaan empat median di sepanjang jalur jalan kawasan HOS. Sebab, bangunan taman itu cukup mengganggu pengendara maupun pengemudi yang lewat.

Pihaknya mencatat sudah kali keempat laka lantas terjadi akibat keberadaan median yang keliru posisi di jalan dengan satu arah arus lalu lintas tersebut. ‘’Tiga kali laka (kecelakaan) terjadi pada malam hari, sekali di waktu siang karena pengendara melawan arus ke utara,’’ jelas Bagus, Jumat (4/2).

Baca Juga :  Kafe Menyatu dengan Penerbitan Buku

Dia menilai bangunan taman di dalam ruang jalan tipe satu arah rawan memicu kecelakaan. Pun, keberadaan median jalan itu kurang ideal ditempatkan di jalur kencang. Apalagi, minim rambu-rambu untuk membantu pengguna jalan mengetahui adanya median. ‘’Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait, data laka lantas di kawasan HOS akan menjadi bahan evaluasi,’’ ujarnya.

Pengemudi yang celaka menabrak median jalan itu adalah Dedi Septian, 28, warga Kelurahan Surodikraman. Dia melaju dengan kecepatan sekitar 50 km/jam. Beton pembatas median jalan hancur tertabrak moncong mobil. Dedi mengalami luka lecet di kedua tangan dan luka terbuka di kaki kanan. ‘’Termasuk laka tunggal,’’ terang Kanit kamsel. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/