alexametrics
24.6 C
Madiun
Saturday, May 14, 2022

Parah, Empat Proyek Pembangunan Jembatan di Ponorogo Tak Tuntas

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Proyek jembatan ternyata rawan molor. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo mencatat ada empat dari 11 proyek pembangunan infrastruktur itu yang terpaksa putus kontrak lantaran pelaksanaannya lompat tahun. Yakni, jembatan Mijil, Grogol, Sawoo; jembatan Ngadirojo, Sooko; jembatan Domplang, Bajang, Balong; dan jembatan Broto, Slahung. ‘’Kalau sudah ganti tahun, anggaran tidak dapat lagi dicairkan,’’ kata Kepala DPUPKP Ponorogo Henry Indrawardana, Rabu (5/1).

Tidak ada lagi maaf bagi rekanan pemenang lelang. Henry memerinci, jembatan Broto yang proyeknya dianggarkan senilai Rp 2,2 miliar ternyata hanya rampung 75 persen pengerjaannya. Sedangkan, jembatan Ngadirojo (Rp 1,6 miliar) baru kelar 68 persen prosesnya. Tawar-menawar waktu tak berlaku lagi. ‘’Kami hanya membayar sesuai dengan progres pekerjaan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kaji Wacana Uji Coba Tatap Muka

Jembatan Domplang yang capaiannya paling rendah. Proyek senilai Rp 600 juta itu hanya rampung 38 persen. Sedangkan proyek jembatan Mijil senilai Rp 835 juta baru dikerjakan 40 persen sebelum insiden fondasi runtuh yang menewaskan dua pekerja. DPUPKP bakal melelang ulang empat proyek jembatan yang pembangunannya gagal finis itu. ‘’Nanti kami gabungkan dengan pelaksanaan tender proyek tahun ini,’’ jelasnya.

Pemkab Ponorogo menganggarkan dana sejumlah Rp 10 miliar dari APBD 2021 untuk membiayai proyek pembangunan 11 jembatan itu. Tapi, yang rampung hanya tujuh jembatan. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Proyek jembatan ternyata rawan molor. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo mencatat ada empat dari 11 proyek pembangunan infrastruktur itu yang terpaksa putus kontrak lantaran pelaksanaannya lompat tahun. Yakni, jembatan Mijil, Grogol, Sawoo; jembatan Ngadirojo, Sooko; jembatan Domplang, Bajang, Balong; dan jembatan Broto, Slahung. ‘’Kalau sudah ganti tahun, anggaran tidak dapat lagi dicairkan,’’ kata Kepala DPUPKP Ponorogo Henry Indrawardana, Rabu (5/1).

Tidak ada lagi maaf bagi rekanan pemenang lelang. Henry memerinci, jembatan Broto yang proyeknya dianggarkan senilai Rp 2,2 miliar ternyata hanya rampung 75 persen pengerjaannya. Sedangkan, jembatan Ngadirojo (Rp 1,6 miliar) baru kelar 68 persen prosesnya. Tawar-menawar waktu tak berlaku lagi. ‘’Kami hanya membayar sesuai dengan progres pekerjaan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Nyaris Sentuh 300 Kasus Terkonfirmasi

Jembatan Domplang yang capaiannya paling rendah. Proyek senilai Rp 600 juta itu hanya rampung 38 persen. Sedangkan proyek jembatan Mijil senilai Rp 835 juta baru dikerjakan 40 persen sebelum insiden fondasi runtuh yang menewaskan dua pekerja. DPUPKP bakal melelang ulang empat proyek jembatan yang pembangunannya gagal finis itu. ‘’Nanti kami gabungkan dengan pelaksanaan tender proyek tahun ini,’’ jelasnya.

Pemkab Ponorogo menganggarkan dana sejumlah Rp 10 miliar dari APBD 2021 untuk membiayai proyek pembangunan 11 jembatan itu. Tapi, yang rampung hanya tujuh jembatan. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/