alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Hore, Festival Reyog Nasional Masuk Kalender Kharisma Event Nusantara 2022

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Untuk kali pertama, Festival Reyog Nasional (FRN) masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 yang notabene merupakan agenda pariwisata nasional. Penetapan ini kian memuluskan reyog untuk diakui sebagai warisan budaya tak benda United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, Kemenparekraf menyeleksi ketat agenda pariwisata untuk bisa masuk daftar KEN 2022. Total ada 395 festival di tanah air yang dikurasi. Di Jatim ada lima festival, salah satunya FRN. ‘’Ini rekor, reyog bisa masuk top 100, ke depan kami kejar target masuk top 10,’’ ujarnya, Sabtu (5/3).

Salah satu keuntungan yang didapat, FRN bakal mendapat dukungan berupa promosi besar-besaran dari Kemenparekraf. Karena itu, perlu ada persiapan ekstra. Supaya FRN lebih memadai dari sisi penampilan maupun kemasannya. ‘’Harus betul-betul disajikan menjadi festival bertaraf internasional,’’ tegas Judha.

Baca Juga :  Tahun Depan Gandeng Desainer Nasional

Dia sadar ada konsekuensi logis dari penetapan tersebut. KEN 2022 menuntut FRN agar digelar pada tanggal tetap di kalender Masehi. Sementara FRN sejak kali pertama dihelat 2004 lalu, diadakan pada momentum pergantian tahun. Yakni, malam 1 Muharam pada penanggalan Islam atau 1 Sura penanggalan Jawa. ‘’Maka, ke depan kami harus sepakat agar pelaksanaan FRN di tanggal tetap atau kalender Masehi,’’ tuturnya.

Kajian terhadap perubahan pelaksanaan itu perlu segera dilakukan. Salah satu opsinya, FRN dibarengkan dengan hari jadi Ponorogo pada tanggal 11 Agustus tiap tahunnya. Pun keputusan itu harus mendapat persetujuan dari pimpinan dan berbagai pihak. Tidak terkecuali para sesepuh di Bumi Reyog. ‘’Makanya, ini ya susah ya bungah,’’ pungkas Judha. (kid/c1/naz/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Untuk kali pertama, Festival Reyog Nasional (FRN) masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 yang notabene merupakan agenda pariwisata nasional. Penetapan ini kian memuluskan reyog untuk diakui sebagai warisan budaya tak benda United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, Kemenparekraf menyeleksi ketat agenda pariwisata untuk bisa masuk daftar KEN 2022. Total ada 395 festival di tanah air yang dikurasi. Di Jatim ada lima festival, salah satunya FRN. ‘’Ini rekor, reyog bisa masuk top 100, ke depan kami kejar target masuk top 10,’’ ujarnya, Sabtu (5/3).

Salah satu keuntungan yang didapat, FRN bakal mendapat dukungan berupa promosi besar-besaran dari Kemenparekraf. Karena itu, perlu ada persiapan ekstra. Supaya FRN lebih memadai dari sisi penampilan maupun kemasannya. ‘’Harus betul-betul disajikan menjadi festival bertaraf internasional,’’ tegas Judha.

Baca Juga :  Tahun Depan Gandeng Desainer Nasional

Dia sadar ada konsekuensi logis dari penetapan tersebut. KEN 2022 menuntut FRN agar digelar pada tanggal tetap di kalender Masehi. Sementara FRN sejak kali pertama dihelat 2004 lalu, diadakan pada momentum pergantian tahun. Yakni, malam 1 Muharam pada penanggalan Islam atau 1 Sura penanggalan Jawa. ‘’Maka, ke depan kami harus sepakat agar pelaksanaan FRN di tanggal tetap atau kalender Masehi,’’ tuturnya.

Kajian terhadap perubahan pelaksanaan itu perlu segera dilakukan. Salah satu opsinya, FRN dibarengkan dengan hari jadi Ponorogo pada tanggal 11 Agustus tiap tahunnya. Pun keputusan itu harus mendapat persetujuan dari pimpinan dan berbagai pihak. Tidak terkecuali para sesepuh di Bumi Reyog. ‘’Makanya, ini ya susah ya bungah,’’ pungkas Judha. (kid/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/