alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Sapa Bila Unmuh Ponorogo Ramah Penderita Gangguan Jiwa

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) butuh pendampingan ekstra. Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo mengembangkan model pembelajaran kesehatan masyarakat bertajuk Sapa Bila di Desa Paringan, Jenangan, sejak Desember 2021.

Tim peneliti yang diketuai Dr. Sugeng Mashudi, M.Kes. menjelaskan, Sapa Bila dirancang untuk mendukung Paringan sebagai desa ramah penderita gangguan jiwa. Sekaligus mewujudkan perawatan kesehatan bagi yang membutuhkannya. ‘’Sapa Bila menggabungkan aktivitas fisik, sosial, kognitif, dan spiritual antara keluarga dan ODGJ,’’ ujarnya.

Sapa Bila diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup ODGJ. Implementasinya berfokus pada perilaku dan gaya hidup tanpa melupakan konsep occupational balance (OB) guna mengatasi dampak berkelanjutan. ‘’OB menjadi konsep inti yang berkaitan dengan keseimbangan kerja serta bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan individu,’’ lanjut Sugeng.

Baca Juga :  Terlena Kelonggaran PPKM, Kasus Covid-19 di Ponorogo Melonjak

Model pembelajaran ini hasil kolaborasi antara Unmuh beserta Pemdes Paringan, Kemendikbud, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui skema riset keilmuan perguruan tinggi akademik, tim peneliti mengakselerasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. ‘’Kami berterima kasih atas dukungan tiga elemen terkait. Semoga ke depan dapat melibatkan lima elemen pentahelix dari perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, sektor bisnis, dan media,’’ tuturnya. (kid/c1/fin/adv) 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) butuh pendampingan ekstra. Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo mengembangkan model pembelajaran kesehatan masyarakat bertajuk Sapa Bila di Desa Paringan, Jenangan, sejak Desember 2021.

Tim peneliti yang diketuai Dr. Sugeng Mashudi, M.Kes. menjelaskan, Sapa Bila dirancang untuk mendukung Paringan sebagai desa ramah penderita gangguan jiwa. Sekaligus mewujudkan perawatan kesehatan bagi yang membutuhkannya. ‘’Sapa Bila menggabungkan aktivitas fisik, sosial, kognitif, dan spiritual antara keluarga dan ODGJ,’’ ujarnya.

Sapa Bila diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup ODGJ. Implementasinya berfokus pada perilaku dan gaya hidup tanpa melupakan konsep occupational balance (OB) guna mengatasi dampak berkelanjutan. ‘’OB menjadi konsep inti yang berkaitan dengan keseimbangan kerja serta bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan individu,’’ lanjut Sugeng.

Baca Juga :  Kasus Kematian Covid-19 Meningkat, Mobilitas Warga Ponorogo Diperketat

Model pembelajaran ini hasil kolaborasi antara Unmuh beserta Pemdes Paringan, Kemendikbud, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui skema riset keilmuan perguruan tinggi akademik, tim peneliti mengakselerasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. ‘’Kami berterima kasih atas dukungan tiga elemen terkait. Semoga ke depan dapat melibatkan lima elemen pentahelix dari perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, sektor bisnis, dan media,’’ tuturnya. (kid/c1/fin/adv) 

Most Read

Artikel Terbaru

/