alexametrics
31 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Hama Tikus Serang Lahan Pertanian di Sukorejo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Serangan hama tikus membuat puluhan petani di Desa Kalimalang, Sukorejo, Ponorogo, tidak dapat tidur nyenyak. Hewan pengerat itu mengincar lahan persemaian padi. ‘’Memakan biji padi yang mulai tumbuh,’’ kata Kades Kalimalang Riyadi sembari menyebut ada 50 petani di desanya yang terdampak hama tanaman itu, Kamis (6/1).

Riyadi mengungkapkan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo sudah memberi bantuan tiga dus racun pembunuh tikus. Umpan sengaja dipasang di setiap sudut lahan secara bersamaan agar tidak ada lagi tikus hidup yang tersisa. ‘’Kalau masih ada sisa dikhawatirkan berkembang biak dan mewabah lagi,’’ ujarnya.

Petani selama ini memberantas hama tikus secara swadaya. Riyadi menyebut bahwa tidak semua area sawah di Kalimalang terserang hama tikus. Hanya di wilayah Dusun Jaranan yang terdampak cukup parah. Pengurus kelompok tani di dusun itu belum melapor secara resmi ke dinas terkait. ‘’Kami yang melaporkan karena sudah meresahkan,’’ jelas Riyadi.

Baca Juga :  Rest Area Biting-Ponorogo, Tawarkan Wisata Tematik yang Warna-warni

Sementara itu, Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dispertahankan Ponorogo Suwarni menyarankan pengendalian hama tikus sedari dini. Tatkala populasinya telanjur besar bakal sulit memberantasnya. Dia mencontohkan serangan hama tikus yang merajalela di Ngawi. ‘’Ini menjadi warning (peringatan, Red), serangan hama tikus biasanya juga muncul di persawahan Kecamatan Bungkal, Jetis, dan Pulung,’’ terangnya.

Suwarni membenarkan penyerahan bantuan 30 kilogram umpan tikus ke wilayah Sukorejo. Ada alternatif lain untuk membunuh tikus. Yakni, mengundang predator dengan memasang kandang burung hantu. ‘’Burung hantu itu gemar membunuh tikus meskipun tidak memangsa semuanya,’’ ungkap Suwarni. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Serangan hama tikus membuat puluhan petani di Desa Kalimalang, Sukorejo, Ponorogo, tidak dapat tidur nyenyak. Hewan pengerat itu mengincar lahan persemaian padi. ‘’Memakan biji padi yang mulai tumbuh,’’ kata Kades Kalimalang Riyadi sembari menyebut ada 50 petani di desanya yang terdampak hama tanaman itu, Kamis (6/1).

Riyadi mengungkapkan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo sudah memberi bantuan tiga dus racun pembunuh tikus. Umpan sengaja dipasang di setiap sudut lahan secara bersamaan agar tidak ada lagi tikus hidup yang tersisa. ‘’Kalau masih ada sisa dikhawatirkan berkembang biak dan mewabah lagi,’’ ujarnya.

Petani selama ini memberantas hama tikus secara swadaya. Riyadi menyebut bahwa tidak semua area sawah di Kalimalang terserang hama tikus. Hanya di wilayah Dusun Jaranan yang terdampak cukup parah. Pengurus kelompok tani di dusun itu belum melapor secara resmi ke dinas terkait. ‘’Kami yang melaporkan karena sudah meresahkan,’’ jelas Riyadi.

Baca Juga :  Toyomarto Dikuntara, Mloko Sewu Lockdown

Sementara itu, Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dispertahankan Ponorogo Suwarni menyarankan pengendalian hama tikus sedari dini. Tatkala populasinya telanjur besar bakal sulit memberantasnya. Dia mencontohkan serangan hama tikus yang merajalela di Ngawi. ‘’Ini menjadi warning (peringatan, Red), serangan hama tikus biasanya juga muncul di persawahan Kecamatan Bungkal, Jetis, dan Pulung,’’ terangnya.

Suwarni membenarkan penyerahan bantuan 30 kilogram umpan tikus ke wilayah Sukorejo. Ada alternatif lain untuk membunuh tikus. Yakni, mengundang predator dengan memasang kandang burung hantu. ‘’Burung hantu itu gemar membunuh tikus meskipun tidak memangsa semuanya,’’ ungkap Suwarni. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/