alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Warga Ponorogo Dilarang Mudik di Luar Madiun Raya

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pengendalian transportasi selama larangan mudik membuat migrasi penduduk se-Madiun Raya hanya berkutat di wilayah karesidenan. Jangan harap warga Ponorogo dengan gampang bepergian ke Trenggalek atau Wonogiri. Sistem rayonisasi atau dikenal dengan istilah mudik lokal itu diperagakan Rabu (5/5) di Desa Biting, Kecamatan Badegan, yang merupakan tapal batas Ponorogo-Wonogiri.

Anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ponorogo sengaja melakukan penyekatan sehari lebih awal. Sebanyak 10 mobil yang mayoritas berpelat nomor nonrayon diminta putar balik kembali ke wilayah Jawa Tengah. Tak ketinggalan dua pengendara motor harus balik kucing lantaran ditengarai melakukan perjalanan mudik. ‘’Mulai hari ini bertepatan dengan Operasi Ketupat Semeru 2021, penyekatan berlaku total,’’ kata Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Indra Budi Wibowo, Kamis (6/5).

Baca Juga :  Lebih Dekat dengan drg Enti Isnarni, Humas RSU Aisyiyah, Ponorogo

Selain di kawasan Biting, polisi akan memelototi saksama pergerakan kendaraan yang hendak masuk perbatasan Ponorogo-Trenggalek di Desa Pangkal, Sawoo. ‘’Kecuali kendaraan dinas, muatan logistik, dan angkutan BBM. Kendaraan pribadi jika dalam kondisi darurat, membawa orang sakit, orang melahirkan, dan atau ada keluarga yang meninggal. Untuk kendaraan dinas, pengemudi atau penumpang wajib menunjukkan surat tugas dari pejabat atau pimpinan instansi,’’ terang Kasatlantas. (mg4/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pengendalian transportasi selama larangan mudik membuat migrasi penduduk se-Madiun Raya hanya berkutat di wilayah karesidenan. Jangan harap warga Ponorogo dengan gampang bepergian ke Trenggalek atau Wonogiri. Sistem rayonisasi atau dikenal dengan istilah mudik lokal itu diperagakan Rabu (5/5) di Desa Biting, Kecamatan Badegan, yang merupakan tapal batas Ponorogo-Wonogiri.

Anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ponorogo sengaja melakukan penyekatan sehari lebih awal. Sebanyak 10 mobil yang mayoritas berpelat nomor nonrayon diminta putar balik kembali ke wilayah Jawa Tengah. Tak ketinggalan dua pengendara motor harus balik kucing lantaran ditengarai melakukan perjalanan mudik. ‘’Mulai hari ini bertepatan dengan Operasi Ketupat Semeru 2021, penyekatan berlaku total,’’ kata Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Indra Budi Wibowo, Kamis (6/5).

Baca Juga :  Bupati Sugiri Pindah Perajin dari GSI ke Wisma Koperasi

Selain di kawasan Biting, polisi akan memelototi saksama pergerakan kendaraan yang hendak masuk perbatasan Ponorogo-Trenggalek di Desa Pangkal, Sawoo. ‘’Kecuali kendaraan dinas, muatan logistik, dan angkutan BBM. Kendaraan pribadi jika dalam kondisi darurat, membawa orang sakit, orang melahirkan, dan atau ada keluarga yang meninggal. Untuk kendaraan dinas, pengemudi atau penumpang wajib menunjukkan surat tugas dari pejabat atau pimpinan instansi,’’ terang Kasatlantas. (mg4/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/