alexametrics
31.8 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Bobot Bagasi CJH Dibatasi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bobot bagasi jemaah haji tahun ini dibatasi. Setiap calon jemaah haji (CJH) hanya diizinkan membawa barang bawaan maksimal 15 kilogram. Terkoreksi 17 kilogram dari semula 32 kilogram.

Aturan baru itu mengharuskan sejumlah CJH bongkar ulang barang bawaan lantaran terdeteksi kelebihan muatan saat pengumpulan koper di kantor Kemenag Ponorogo kemarin (5/6). ‘’Kopernya saya congkel pakai obeng,’’ kata Kabarudin, pengantar CJH dari Bungkal Kidul.

Kabarudin terpaksa mencongkel koper milik Lono dan istrinya lantaran dia tak membawa kunci saat mengantarkannya ke kantor Kemenag Ponorogo. Berbagai makanan siap saji seperti mi instan, kue, hingga gula akhirnya dikeluarkan. Saat ditimbang, beratnya masih kelebihan satu kilogram. Koper kembali dibongkar, detergen dan peralatan makan dikeluarkan. ‘’Alhamdulillah, ini sudah pas 15 kilogram,’’ ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Ponorogo Moh. Nurul Huda mengatakan bahwa aturan pembatasan bagasi baru berlaku pada pemberangkatan haji tahun ini. Dia berpesan kepada seluruh CJH agar tidak membawa bekal berlebih. Pemerintah telah menjamin makan tiga kali sehari. ‘’Mulai masuk asrama sampai pulang dijamin makan tiga kali sehari,’’ kata Huda yang turut meninjau langsung pengumpulan koper kemarin.

Baca Juga :  Persatuan Orang Tua Ugal-ugalan, Eksis Mainkan Tamiya

Pemerintah turut menerapkan mekanisme baru dalam pemberangkatan. Teknisnya, CJH hanya diizinkan disertai satu pengantar. Keluarga lain menunggu di luar gerbang Pemkab Ponorogo. ‘’Pengantar dapat keplek (tanda pengenal, Red) untuk mengambil koper saat kepulangan,’’ ujarnya.

Tahun ini Kemenag Ponorogo memberangkatkan 193 CJH. Seorang di antaranya merupakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). CJH yang belum berangkat tahun ini bakal menjadi prioritas keberangkatan di tahun depan. Waiting list diperkirakan telah mencapai 32 tahun. ‘’Daftar tahun ini, berangkat 2054,’’ sebut Huda. (kid/c1/fin) 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bobot bagasi jemaah haji tahun ini dibatasi. Setiap calon jemaah haji (CJH) hanya diizinkan membawa barang bawaan maksimal 15 kilogram. Terkoreksi 17 kilogram dari semula 32 kilogram.

Aturan baru itu mengharuskan sejumlah CJH bongkar ulang barang bawaan lantaran terdeteksi kelebihan muatan saat pengumpulan koper di kantor Kemenag Ponorogo kemarin (5/6). ‘’Kopernya saya congkel pakai obeng,’’ kata Kabarudin, pengantar CJH dari Bungkal Kidul.

Kabarudin terpaksa mencongkel koper milik Lono dan istrinya lantaran dia tak membawa kunci saat mengantarkannya ke kantor Kemenag Ponorogo. Berbagai makanan siap saji seperti mi instan, kue, hingga gula akhirnya dikeluarkan. Saat ditimbang, beratnya masih kelebihan satu kilogram. Koper kembali dibongkar, detergen dan peralatan makan dikeluarkan. ‘’Alhamdulillah, ini sudah pas 15 kilogram,’’ ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Ponorogo Moh. Nurul Huda mengatakan bahwa aturan pembatasan bagasi baru berlaku pada pemberangkatan haji tahun ini. Dia berpesan kepada seluruh CJH agar tidak membawa bekal berlebih. Pemerintah telah menjamin makan tiga kali sehari. ‘’Mulai masuk asrama sampai pulang dijamin makan tiga kali sehari,’’ kata Huda yang turut meninjau langsung pengumpulan koper kemarin.

Baca Juga :  Bupati Sugiri Pastikan Proyek Museum Reyog Tak Bebani APBD Ponorogo

Pemerintah turut menerapkan mekanisme baru dalam pemberangkatan. Teknisnya, CJH hanya diizinkan disertai satu pengantar. Keluarga lain menunggu di luar gerbang Pemkab Ponorogo. ‘’Pengantar dapat keplek (tanda pengenal, Red) untuk mengambil koper saat kepulangan,’’ ujarnya.

Tahun ini Kemenag Ponorogo memberangkatkan 193 CJH. Seorang di antaranya merupakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). CJH yang belum berangkat tahun ini bakal menjadi prioritas keberangkatan di tahun depan. Waiting list diperkirakan telah mencapai 32 tahun. ‘’Daftar tahun ini, berangkat 2054,’’ sebut Huda. (kid/c1/fin) 

Most Read

Artikel Terbaru

/