alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Tanpa Guru Honorer, Siapa Akan Mengajar?

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ada pihak yang ikut merisaukan nasib guru honorer tahun depan. Yakni, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Barisan tenaga honorer selama ini didominasi para guru yang ribuan jumlahnya. ‘’Keberadaan guru honorer masih dibutuhkan karena terdapat 400 guru PNS yang pensiun setiap tahun,’’ kata Ruskamto, wakil ketua PGRI Ponorogo, Senin (7/2).

Dia memerinci, total ada 12.998 guru di Ponorogo yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta. Persentase guru honorer lebih besar dibandingkan guru PNS maupun guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Sempat ada pengangkatan guru PNS secara besar-besaran di rentang 1982-1984. Pun, mereka banyak yang pensiun mulai tahun ini hingga 2024. ‘’Kalau bukan guru honorer, terus siapa yang menggantikan,’’ tanya Ruskamto balik.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja melarang pengangkatan pegawai kontrak. Tenaga honorer harus berhenti tahun depan sesuai aturan main pasal 98 yang menoleransi masa kerja maksimal lima tahun sejak peraturan dikeluarkan. Ruskamto berharap terbit regulasi khusus soal pemenuhan kebutuhan tenaga guru. ‘’Sekolah akan kesulitan kalau kekurangan guru,’’ terangnya.

Baca Juga :  Baja Ringan Tertiup Angin, Timpa Empat Rumah

Menurut Ruskamto, pengangkatan guru honorer selama ini  melalui proses panjang karena harus sesuai analisis kebutuhan. Kemampuan seorang guru hanya mengajar 40 jam setiap minggu. Jika jam mengajar berlebih, maka perlu guru tambahan untuk membantu. Pun, pengajuannya melalui verifikasi dinas pendidikan (dindik). ‘’Setiap guru masuk dapodik (data pokok pendidikan),’’ jelasnya.

Dia berharap ada solusi menambal kekurangan tenaga pengajar di Ponorogo. Badan kepegawaian daerah (BKD) perlu menghitung cermat jumlah guru PNS yang pensiun setiap tahun. Belum lagi, proses kelengkapan administrasi PPPK yang lolos seleksi tahun lalu belum kunjung kelar. ‘’Guru PPPK secara resmi belum dapat mengajar,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ada pihak yang ikut merisaukan nasib guru honorer tahun depan. Yakni, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Barisan tenaga honorer selama ini didominasi para guru yang ribuan jumlahnya. ‘’Keberadaan guru honorer masih dibutuhkan karena terdapat 400 guru PNS yang pensiun setiap tahun,’’ kata Ruskamto, wakil ketua PGRI Ponorogo, Senin (7/2).

Dia memerinci, total ada 12.998 guru di Ponorogo yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta. Persentase guru honorer lebih besar dibandingkan guru PNS maupun guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Sempat ada pengangkatan guru PNS secara besar-besaran di rentang 1982-1984. Pun, mereka banyak yang pensiun mulai tahun ini hingga 2024. ‘’Kalau bukan guru honorer, terus siapa yang menggantikan,’’ tanya Ruskamto balik.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja melarang pengangkatan pegawai kontrak. Tenaga honorer harus berhenti tahun depan sesuai aturan main pasal 98 yang menoleransi masa kerja maksimal lima tahun sejak peraturan dikeluarkan. Ruskamto berharap terbit regulasi khusus soal pemenuhan kebutuhan tenaga guru. ‘’Sekolah akan kesulitan kalau kekurangan guru,’’ terangnya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Joki Ujian Praktik SIM C

Menurut Ruskamto, pengangkatan guru honorer selama ini  melalui proses panjang karena harus sesuai analisis kebutuhan. Kemampuan seorang guru hanya mengajar 40 jam setiap minggu. Jika jam mengajar berlebih, maka perlu guru tambahan untuk membantu. Pun, pengajuannya melalui verifikasi dinas pendidikan (dindik). ‘’Setiap guru masuk dapodik (data pokok pendidikan),’’ jelasnya.

Dia berharap ada solusi menambal kekurangan tenaga pengajar di Ponorogo. Badan kepegawaian daerah (BKD) perlu menghitung cermat jumlah guru PNS yang pensiun setiap tahun. Belum lagi, proses kelengkapan administrasi PPPK yang lolos seleksi tahun lalu belum kunjung kelar. ‘’Guru PPPK secara resmi belum dapat mengajar,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/