alexametrics
30.2 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Angkutan Cerdas Sekolah Peninggalan Ipong Dipermak Bupati Sugiri

KOTA, Jawa Pos Radar Ponorogo – Angkutan cerdas sekolah (ACS) peninggalan Ipong Muchlissoni dipermak Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Tampilan angkutan untuk anak sekolah itu bakal dipoles lebih dulu sebelum kemudian dioperasikan bulan ini. Perubahan mendasar terjadi pada bodi mobil yang akan dicat dengan motif Ponoragan dan gambar-gambar lain bertemakan pendidikan.

Rencana perubahan tampilan ACS itu mendapat respon positif dari kalangan wakil rakyat. Dengan begitu, ACS tidak terkesan jadul dan butut. ‘’ACS ini tidak hanya meneruskan kebijakan. Harus ada inovasi baru agar punya nilai lebih,’’ kata Wakil Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, Senin (7/3).

Dwi menilai ACS merupakan program populis. Sehingga perlu ada sentuhan baru sebagai pembeda. Dia sepakat bahwa ACS perlu dicat ulang dengan motif pewarnaan yang menonjolkan kearifan lokal. Seperti gambar tokoh-tokoh dalam reyog. Sehingga dapat selaras dengan semangat mengusung reyog sebagai warisan budaya tak benda dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). ‘’Gagasan seperti itu cukup bagus,’’ ujarnya. (kid/her)

Baca Juga :  Hujan Tak Rata, Petani Mengeluh Sulit Suplai Air

KOTA, Jawa Pos Radar Ponorogo – Angkutan cerdas sekolah (ACS) peninggalan Ipong Muchlissoni dipermak Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Tampilan angkutan untuk anak sekolah itu bakal dipoles lebih dulu sebelum kemudian dioperasikan bulan ini. Perubahan mendasar terjadi pada bodi mobil yang akan dicat dengan motif Ponoragan dan gambar-gambar lain bertemakan pendidikan.

Rencana perubahan tampilan ACS itu mendapat respon positif dari kalangan wakil rakyat. Dengan begitu, ACS tidak terkesan jadul dan butut. ‘’ACS ini tidak hanya meneruskan kebijakan. Harus ada inovasi baru agar punya nilai lebih,’’ kata Wakil Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, Senin (7/3).

Dwi menilai ACS merupakan program populis. Sehingga perlu ada sentuhan baru sebagai pembeda. Dia sepakat bahwa ACS perlu dicat ulang dengan motif pewarnaan yang menonjolkan kearifan lokal. Seperti gambar tokoh-tokoh dalam reyog. Sehingga dapat selaras dengan semangat mengusung reyog sebagai warisan budaya tak benda dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). ‘’Gagasan seperti itu cukup bagus,’’ ujarnya. (kid/her)

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Wajibkan Pekerja Migran Isolasi di Selter

Most Read

Artikel Terbaru

/