alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Disemprot Air Lindi, Bau Menyengat TPA Mrican Seketika Minggat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Busuknya aroma sampah yang menusuk hidung mendadak hilang. Tim pemadam kebakaran (PMK) diterjunkan ke TPA Mrican untuk menyemprotkan cairan khusus yang telah diformulasikan.

Formula khusus itu terdiri dari air sungai ditambah air lindi. Komposisi keduanya sebanyak 5 ribu liter. Ditambah cairan formula eco-lindi 10 liter. Cairan yang dikembangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sidoarjo itu kali pertama diterapkan di TPA Mrican. ‘’Ini solusi jangka menengah, polusi dapat diminimalkan. Bau menyengat tak tercium lagi,’’ kata Kepala DLH Ponorogo Seni.

DLH siap menindaklanjuti beberapa rekomendasi dewan. Seni menyadari sulitnya menormalisasi lahan yang telah beroperasi selama dua dasawarsa tersebut. ‘’Kondisinya tak mungkin kembali sempurna, makanya perlu disiapkan solusi jangka menengah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Target PAD Retribusi Parkir Ponorogo Direvisi, Turun Rp 600 Juta

Problem TPA Mrican mulai mengemuka sejak 2018. Ketika itu, saluran irigasi buatan tak berfungsi. Padahal infrastruktur pengairan tersebut dibangun mengitari gunungan sampah agar airnya dapat mengaliri persawahan. Pasalnya, saluran irigasi utama telah tertimbun gunungan sampah. Saluran irigasi itu menyalurkan air dari wilayah hulu Pulung ke lahan persawahan. ‘’Ke depan irigasi ditutup box culvert, saluran lindi terpisah,’’ jelasnya.

Selain dinormalisasi, saluran irigasi buatan itu bakal ditutup box culvert. Tujuannya untuk memisahkan saluran air lindi. Asumsinya butuh anggaran Rp 1,88 miliar. Dibutuhkan box culvert sepanjang 293 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2,5 meter. ‘’Dewan akan memasukkannya di PAK (perubahan anggaran keuangan) 2022,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Busuknya aroma sampah yang menusuk hidung mendadak hilang. Tim pemadam kebakaran (PMK) diterjunkan ke TPA Mrican untuk menyemprotkan cairan khusus yang telah diformulasikan.

Formula khusus itu terdiri dari air sungai ditambah air lindi. Komposisi keduanya sebanyak 5 ribu liter. Ditambah cairan formula eco-lindi 10 liter. Cairan yang dikembangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sidoarjo itu kali pertama diterapkan di TPA Mrican. ‘’Ini solusi jangka menengah, polusi dapat diminimalkan. Bau menyengat tak tercium lagi,’’ kata Kepala DLH Ponorogo Seni.

DLH siap menindaklanjuti beberapa rekomendasi dewan. Seni menyadari sulitnya menormalisasi lahan yang telah beroperasi selama dua dasawarsa tersebut. ‘’Kondisinya tak mungkin kembali sempurna, makanya perlu disiapkan solusi jangka menengah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Lakukan Kajian Atasi Genangan di Lima Ruas Jalan Perkotaan

Problem TPA Mrican mulai mengemuka sejak 2018. Ketika itu, saluran irigasi buatan tak berfungsi. Padahal infrastruktur pengairan tersebut dibangun mengitari gunungan sampah agar airnya dapat mengaliri persawahan. Pasalnya, saluran irigasi utama telah tertimbun gunungan sampah. Saluran irigasi itu menyalurkan air dari wilayah hulu Pulung ke lahan persawahan. ‘’Ke depan irigasi ditutup box culvert, saluran lindi terpisah,’’ jelasnya.

Selain dinormalisasi, saluran irigasi buatan itu bakal ditutup box culvert. Tujuannya untuk memisahkan saluran air lindi. Asumsinya butuh anggaran Rp 1,88 miliar. Dibutuhkan box culvert sepanjang 293 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2,5 meter. ‘’Dewan akan memasukkannya di PAK (perubahan anggaran keuangan) 2022,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/