alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, August 14, 2022

Gadaikan Dua Mobil Sewaan, Seorang Residivis Dibui Lagi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Hendrik Rudianto tak jera hidup di bui. Residivis itu mengulangi kembali perbuatannya menggelapkan dua unit mobil sewaan. Kangen laki-laki 40 tahun, warga Bancar, Bungkal, itu masuk terali besi pun terobati. ‘’Tersangka berdalih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis Selasa (6/10).

Aksi pertama 10 September lalu. Hendrik menyewa mobil Toyota Avanza AE 1824 ST milik Syamsul Arifin, 37, warga Padas, Bungkal, untuk tiga hari. ‘’Setelah tiga hari mobil tidak dikembalikan. Alasannya, ingin memperpanjang,’’ bebernya.

Syamsul tidak percaya begitu saja. Dia mendatangi alamat rumah Hendrik. Ternyata, mobil digadaikan di Trenggalek. Syamsul pun melapor ke Polres Ponorogo. Hasil penyelidikan polisi di Trenggalek, mobil ditadah warga setempat. ‘’Berbekal informasi itu, tersangka kami tangkap,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Belanja Hewan Kurban Rp 198 Juta

Hendrik diringkus di salah satu warung di Jalan Sumatera. Setelah diperiksa, dia juga menggadaikan mobil Toyota Innova AE 1957 SW. Dia mendapat Rp 15 juta dari menggadaikan Avanza, dan Rp 20 juta dari Innova. Hendrik juga mengaku hasil penggelapan untuk menutup utang. ‘’Tersangka dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 372 dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun,’’ tegas kapolres. (naz/c1/sat)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Hendrik Rudianto tak jera hidup di bui. Residivis itu mengulangi kembali perbuatannya menggelapkan dua unit mobil sewaan. Kangen laki-laki 40 tahun, warga Bancar, Bungkal, itu masuk terali besi pun terobati. ‘’Tersangka berdalih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis Selasa (6/10).

Aksi pertama 10 September lalu. Hendrik menyewa mobil Toyota Avanza AE 1824 ST milik Syamsul Arifin, 37, warga Padas, Bungkal, untuk tiga hari. ‘’Setelah tiga hari mobil tidak dikembalikan. Alasannya, ingin memperpanjang,’’ bebernya.

Syamsul tidak percaya begitu saja. Dia mendatangi alamat rumah Hendrik. Ternyata, mobil digadaikan di Trenggalek. Syamsul pun melapor ke Polres Ponorogo. Hasil penyelidikan polisi di Trenggalek, mobil ditadah warga setempat. ‘’Berbekal informasi itu, tersangka kami tangkap,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Minta Jaminan UNBK Aman, Dindik Surati PLN dan Telkom

Hendrik diringkus di salah satu warung di Jalan Sumatera. Setelah diperiksa, dia juga menggadaikan mobil Toyota Innova AE 1957 SW. Dia mendapat Rp 15 juta dari menggadaikan Avanza, dan Rp 20 juta dari Innova. Hendrik juga mengaku hasil penggelapan untuk menutup utang. ‘’Tersangka dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 372 dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun,’’ tegas kapolres. (naz/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/