alexametrics
29.9 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Sembilan Pengungsi Wamena Urus KTP Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Dari Wamena, Jayawiyaya, Papua, 9 dari 22 warga mantab menguruskan perpindahan ke kampung halaman di Bumi Reyog. Meski telah menahun tinggal dan membeli tanah serta mendirikan bangunan di sana.

Rabu (6/11), sembilan warga ini mendatangi Dinas Sosial (Dinsos) Ponorogo untuk menguruskan adminstrasi kependudukan (adminduk). Dinsos pun berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat. ‘’Dari sembilan warga itu, ada tiga yang tinggal memperbaiki dan mencetak KTP karena tertinggal di Wamena,’’ terang Heroe Purwanto, kabid Pengelolaan Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Ponorogo.

Untuk kelengkapan pengurusan administrasi lainnya tinggal klarifikasi lanjutan surat pindah dari Jayawijaya. Pengurusannya memerlukan proses mengingat antara Papua-Ponorogo memiliki perbedaan waktu. Saat pengurusan di Dinsos Ponorogo waktu Indonesia barat (WIB) kemarin pagi, waktu Indonesia timur (WIT) Wamena telah masuk jam pulang dinas. Sehingga, proses klarifikasi ditunda. ‘’Ini tadi sudah diberi kontak dukcapil Wamena tetapi di sana sudah pulang kantor,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Perbatasan Jatim-Jateng Diperketat, Mau Mudik? Putar Balik!

Erisa Dwi, salah seorang pengungsi mengaku senang dengan langkah cepat yang ditunjukkan Pemkab Ponorogo. Permasalahan adminstrasi menjadi cukup krusial. Karena bisa menghambat pengurusan BPJS Kesehatan dan persyaratan mencari pekerjaan. ‘’Semuanya kan berdasarkan KTP. Nah, sekarang kita sudah menjadi warga Ponorogo. Jadi segala sesuatunya menjadi lebih mudah,’’ bebernya.

Kepala Dinsos P3A Ponorogo Supriyadi menegaskan langkah cepat ini menindaklanjuti perintah Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. Selain Disdukcapil kerja Dinsos didukung Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan sampai Dinas Pertanian dan Peternakan. ‘’Mereka diberi bantuan modal dan disediakan lapak PKL di jalan baru,’’ tuturnya.

Menurut Supriyadi, setiap pengungsi bakal digali minat profesinya. Jika berminat di sektor pertanian dan peternakan akan disokong bantuan terkait. ‘’Kalau pendidikan,  belum ada yang masuk usia sekolah. Semua dilayani secara gratis,’’ pungkasnya. (dil/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Dari Wamena, Jayawiyaya, Papua, 9 dari 22 warga mantab menguruskan perpindahan ke kampung halaman di Bumi Reyog. Meski telah menahun tinggal dan membeli tanah serta mendirikan bangunan di sana.

Rabu (6/11), sembilan warga ini mendatangi Dinas Sosial (Dinsos) Ponorogo untuk menguruskan adminstrasi kependudukan (adminduk). Dinsos pun berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat. ‘’Dari sembilan warga itu, ada tiga yang tinggal memperbaiki dan mencetak KTP karena tertinggal di Wamena,’’ terang Heroe Purwanto, kabid Pengelolaan Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Ponorogo.

Untuk kelengkapan pengurusan administrasi lainnya tinggal klarifikasi lanjutan surat pindah dari Jayawijaya. Pengurusannya memerlukan proses mengingat antara Papua-Ponorogo memiliki perbedaan waktu. Saat pengurusan di Dinsos Ponorogo waktu Indonesia barat (WIB) kemarin pagi, waktu Indonesia timur (WIT) Wamena telah masuk jam pulang dinas. Sehingga, proses klarifikasi ditunda. ‘’Ini tadi sudah diberi kontak dukcapil Wamena tetapi di sana sudah pulang kantor,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kisah Didik Subagio, Kades Termuda di Ponorogo

Erisa Dwi, salah seorang pengungsi mengaku senang dengan langkah cepat yang ditunjukkan Pemkab Ponorogo. Permasalahan adminstrasi menjadi cukup krusial. Karena bisa menghambat pengurusan BPJS Kesehatan dan persyaratan mencari pekerjaan. ‘’Semuanya kan berdasarkan KTP. Nah, sekarang kita sudah menjadi warga Ponorogo. Jadi segala sesuatunya menjadi lebih mudah,’’ bebernya.

Kepala Dinsos P3A Ponorogo Supriyadi menegaskan langkah cepat ini menindaklanjuti perintah Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. Selain Disdukcapil kerja Dinsos didukung Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan sampai Dinas Pertanian dan Peternakan. ‘’Mereka diberi bantuan modal dan disediakan lapak PKL di jalan baru,’’ tuturnya.

Menurut Supriyadi, setiap pengungsi bakal digali minat profesinya. Jika berminat di sektor pertanian dan peternakan akan disokong bantuan terkait. ‘’Kalau pendidikan,  belum ada yang masuk usia sekolah. Semua dilayani secara gratis,’’ pungkasnya. (dil/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/