alexametrics
31 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Petani Jamur yang Sukses Produksi Baglog

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Seolah tak punya kapok Muhammad Ulin Nuha membudidayakan jamur. Pernah jatuh rugi saat kali pertama menanam jamur tiram. Bisnis jamur crispy-nya juga tumbang kendati sudah punya tujuh gerobak untuk berjualan. Namun, Ulin kini sukses sebagai petani jamur sekaligus penghasil baglog (media tanam jamur).

Nama Desa Joresan di Kecamatan Mlarak, Ponorogo, ikut kesohor sebagai penghasil jamur dan baglog berkat usaha Ulin. Media tanam jamur itu dikirim ke petani mitra di seantero Ponorogo. Bahkan, baglog asal Joresan sudah merambah Gresik, Blitar, Ngawi, Pacitan, Magetan, dan Madiun. Ulin setiap hari memproduksi sekitar 1.000 baglog. Ketika berada di tangan petani mitra, media tanam itu sudah berisi bibit jamur yang tumbuh 50 persen. ‘’Minim risiko, paling dari 1.000 baglog hanya mati dua,’’ ujarnya, Selasa (7/12).

Baca Juga :  Stok Oksigen Hampir Habis, RS Rujukan Tolak Pasien Covid-19

Menurut dia, permintaan pasar terhadap jamur tiram tetap tinggi. Ulin juga berani memborong jamur tiram hasil panen para petani yang menjadi mitranya. Puluhan ribu baglog juga keluar dari Joresan setiap bulannya. Ulin dibantu lima karyawan untuk memproduksi media tanam yang sudah ditumbuhi bibit jamur itu. ‘’Pemasaran lancar-lancar saja, kadang kekurangan baglog karena tingginya permintaan,’’ ungkapnya.

Ulin memulai usaha jamur tiram sekitar tujuh tahun lalu tatkala masih berstatus mahasiswa. Bergabung dalam paguyuban petani jamur tiram membuatnya kian mantap membudidayakan tanaman bernama ilmiah Pleurotus ostreatus itu. ‘’Saya mulai berani tanam modal dan bertahan sampai sekarang,’’ tuturnya. (tr2/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Seolah tak punya kapok Muhammad Ulin Nuha membudidayakan jamur. Pernah jatuh rugi saat kali pertama menanam jamur tiram. Bisnis jamur crispy-nya juga tumbang kendati sudah punya tujuh gerobak untuk berjualan. Namun, Ulin kini sukses sebagai petani jamur sekaligus penghasil baglog (media tanam jamur).

Nama Desa Joresan di Kecamatan Mlarak, Ponorogo, ikut kesohor sebagai penghasil jamur dan baglog berkat usaha Ulin. Media tanam jamur itu dikirim ke petani mitra di seantero Ponorogo. Bahkan, baglog asal Joresan sudah merambah Gresik, Blitar, Ngawi, Pacitan, Magetan, dan Madiun. Ulin setiap hari memproduksi sekitar 1.000 baglog. Ketika berada di tangan petani mitra, media tanam itu sudah berisi bibit jamur yang tumbuh 50 persen. ‘’Minim risiko, paling dari 1.000 baglog hanya mati dua,’’ ujarnya, Selasa (7/12).

Baca Juga :  Bupati Sugiri Ingin Target Vaksinasi Anak di Ponorogo Kelar Januari

Menurut dia, permintaan pasar terhadap jamur tiram tetap tinggi. Ulin juga berani memborong jamur tiram hasil panen para petani yang menjadi mitranya. Puluhan ribu baglog juga keluar dari Joresan setiap bulannya. Ulin dibantu lima karyawan untuk memproduksi media tanam yang sudah ditumbuhi bibit jamur itu. ‘’Pemasaran lancar-lancar saja, kadang kekurangan baglog karena tingginya permintaan,’’ ungkapnya.

Ulin memulai usaha jamur tiram sekitar tujuh tahun lalu tatkala masih berstatus mahasiswa. Bergabung dalam paguyuban petani jamur tiram membuatnya kian mantap membudidayakan tanaman bernama ilmiah Pleurotus ostreatus itu. ‘’Saya mulai berani tanam modal dan bertahan sampai sekarang,’’ tuturnya. (tr2/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/