alexametrics
31.7 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Cita Maestri Siap Jadi Duta Budaya di Tiga Negara dan Lomba Hijab Internasional

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sedari lahir, Cita Maestri Asmara Putu Waringi sudah punya bawaan multitalenta. Bagaimana tidak? Di usianya yang kini masih delapan tahun, dia sudah mengoleksi belasan penghargaan lomba menyanyi, menari, hingga fashion show. Bahkan, siswa kelas II SD asal Desa Selur, Ngrayun, Ponorogo, itu meneken kontrak dengan salah satu perusahaan yang menaungi event nasional fashion show, tari, dan budaya. ‘’Setelah November lalu meraih runner-up Putri Hijab Nusantara Anak 2021, langsung dikontrak perusahaan itu,’’ kata Cita sedikit malu-malu kemarin (7/1).

Kontrak tersebut sudah berjalan empat bulan. Saban akhir pekan, Cita harus ke Surabaya untuk mendatangi sejumlah event. Untuk lomba sekelas provinsi, dia pernah menjuarai Putri Cilik Jawa Timur hingga berhak maju ke tingkat nasional. ‘’Pada saat ikut lomba tingkat provinsi, saya tercatat yang paling muda,’’ ujarnya.

Cita sudah gemar mengikuti lomba sejak di taman kanak-kanak (TK). Bakatnya semakin terasah setelah rajin les menyanyi, menari, public speaking, hingga fashion show. Bahkan, Cita tercatat sebagai penari jathil andalan dua grup reyog di Desa Selur. ‘’Penari jathil salah satu sanggar reyog juga,’’ imbuhnya.

Bahkan, Cita bakal terbang ke Malaysia, Singapura, dan Thailand pada Maret mendatang untuk urusan menari jathil itu. Dia menjadi bagian dari duta budaya yang tampil di serangkaian festival. Tebersit niat Cita untuk hanya menekuni fashion show. Kendati les menari dan menyanyi tetap ditekuninya. Kepiawaian Cita berlenggak-lenggok di atas catwalk, menari, dan menyanyi membuatnya memiliki nilai lebih dibandingkan sebayanya.

Baca Juga :  Peringati HPN, Jurnalis Gelar Donor Darah

Subekti, ibu Cita, sudah mengamati bakat anaknya sejak batita. Cita kecil senang berdandan, menari, dan bergaya layaknya seorang model di depan cermin. Capaian Cita sekarang juga tidak lepas dari doa almarhumah neneknya. ‘’Tiga tahun neneknya menderita kanker stadium empat, ingin cucunya menjadi artis seperti yang dilihat di televisi,’’ ungkap Subekti.

Prestasi akademik Cita juga tidak kalah moncer lantaran meraih ranking satu di kelasnya. Pihak sekolah juga mendukung potensi Cita. Subekti berharap anaknya mendapat izin berkeliling tiga negara untuk menampilkan tari jathil. ‘’Setidaknya membawa nama Ponorogo dan Indonesia,’’ tuturnya.

Ade Sugriwa, pelatih yang mengantarkan Cita menjuarai Putri Hijab Jatim dan runner-up Putri Hijab Nusantara Anak 2021, menilai anak didiknya itu memiliki potensi bagus. Setiap kali mendapat pengarahan, Cita dengan mudah mencernanya. Dia menangkap talenta luar biasa saat kali pertama melihat Cita ikut lomba putri cilik. Datang dari Ngrayun, putri Subekti itu mampu meraih juara tiga kala itu. Ade akhirnya mengambil peran mengasah bakat Cita. ’’Pada Mei mendatang, Cita akan ikut lomba Putri Hijab Internasional yang diikuti duta sembilan negara,’’ ujar Ade. (fac/hw/c1/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sedari lahir, Cita Maestri Asmara Putu Waringi sudah punya bawaan multitalenta. Bagaimana tidak? Di usianya yang kini masih delapan tahun, dia sudah mengoleksi belasan penghargaan lomba menyanyi, menari, hingga fashion show. Bahkan, siswa kelas II SD asal Desa Selur, Ngrayun, Ponorogo, itu meneken kontrak dengan salah satu perusahaan yang menaungi event nasional fashion show, tari, dan budaya. ‘’Setelah November lalu meraih runner-up Putri Hijab Nusantara Anak 2021, langsung dikontrak perusahaan itu,’’ kata Cita sedikit malu-malu kemarin (7/1).

Kontrak tersebut sudah berjalan empat bulan. Saban akhir pekan, Cita harus ke Surabaya untuk mendatangi sejumlah event. Untuk lomba sekelas provinsi, dia pernah menjuarai Putri Cilik Jawa Timur hingga berhak maju ke tingkat nasional. ‘’Pada saat ikut lomba tingkat provinsi, saya tercatat yang paling muda,’’ ujarnya.

Cita sudah gemar mengikuti lomba sejak di taman kanak-kanak (TK). Bakatnya semakin terasah setelah rajin les menyanyi, menari, public speaking, hingga fashion show. Bahkan, Cita tercatat sebagai penari jathil andalan dua grup reyog di Desa Selur. ‘’Penari jathil salah satu sanggar reyog juga,’’ imbuhnya.

Bahkan, Cita bakal terbang ke Malaysia, Singapura, dan Thailand pada Maret mendatang untuk urusan menari jathil itu. Dia menjadi bagian dari duta budaya yang tampil di serangkaian festival. Tebersit niat Cita untuk hanya menekuni fashion show. Kendati les menari dan menyanyi tetap ditekuninya. Kepiawaian Cita berlenggak-lenggok di atas catwalk, menari, dan menyanyi membuatnya memiliki nilai lebih dibandingkan sebayanya.

Baca Juga :  Alokasikan Rp 6,5 Miliar, Telaga Ngebel Bakal Dibangun Wahana Air Terjun Menari

Subekti, ibu Cita, sudah mengamati bakat anaknya sejak batita. Cita kecil senang berdandan, menari, dan bergaya layaknya seorang model di depan cermin. Capaian Cita sekarang juga tidak lepas dari doa almarhumah neneknya. ‘’Tiga tahun neneknya menderita kanker stadium empat, ingin cucunya menjadi artis seperti yang dilihat di televisi,’’ ungkap Subekti.

Prestasi akademik Cita juga tidak kalah moncer lantaran meraih ranking satu di kelasnya. Pihak sekolah juga mendukung potensi Cita. Subekti berharap anaknya mendapat izin berkeliling tiga negara untuk menampilkan tari jathil. ‘’Setidaknya membawa nama Ponorogo dan Indonesia,’’ tuturnya.

Ade Sugriwa, pelatih yang mengantarkan Cita menjuarai Putri Hijab Jatim dan runner-up Putri Hijab Nusantara Anak 2021, menilai anak didiknya itu memiliki potensi bagus. Setiap kali mendapat pengarahan, Cita dengan mudah mencernanya. Dia menangkap talenta luar biasa saat kali pertama melihat Cita ikut lomba putri cilik. Datang dari Ngrayun, putri Subekti itu mampu meraih juara tiga kala itu. Ade akhirnya mengambil peran mengasah bakat Cita. ’’Pada Mei mendatang, Cita akan ikut lomba Putri Hijab Internasional yang diikuti duta sembilan negara,’’ ujar Ade. (fac/hw/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/